Kamis, 20 November 2014

Statusmu adalah Branding kamu

Yaaa ampun pagi ini, ada salah tafsir dari status yang saya up date di FB..
(Sindir teman yang perasa...)Hati-hati ketika menulis status di Facebook temans, jangan sampai statusmu menyakiti perasaan yang membacanya..karena statusmu adalah harimau mu.. (aummm)
Setiap apa yang kita tulis pasti punya makna, pasti punya arti, apalagi status kita berupa foto, andaikata tulisan status kita berupa sindiran terhadap sesuatu, ataupun mengarah pada pada cacian dan makian, kemudian ada balasan pro kontra dari cacian tsb, hal ini pasti akan mengarah penghapusan kontak dari yang pro dan kontra tsb..bahkan akan menambah tingkat depresi seorang yg membacanya jika tulisan tsb mengarah padanya..
Di sela-sela materi Public Speaking saya pernah membahas penulisan status ini, saya pernah bilang ke siswa statusmu adalah branding kamu, maka jangan sekali menulis, kemarahan-kemarahan, cacian-cacian, apalagi menulis kemarahan dengan listing nama binatang yang ada di kebon binatang.(Tau kan maksud saya,)..
Saya mengajarkan agar siswa menulis atau mengupdate foto di tambah dengan resume foto tersebut,
Contoh ketika mengupdate foto kuliner di tambah tulisan status 'wihh manyus yaa makan di resto A, dengan menu sambal balado rasnya pas banget di lidah ,...dan seterusnya..(Yaaa ada juga sihh yang komen atas status kamu walah makan2 di restoran terus nih, persaaan masih ada utang deh sama gue..haha masih nyambung antara hutang dan status makan di resto..tapi itu DL. Hehe)..
Karena status mu akan memberikan gambaran kepribadian pada orang lain..karena Anda Andalah bisnis Anda.
Siapa diri Anda bisa di lihat dari status Anda ?
Apa Kemampuan Anda bisa di lihat tulis anda ?
Met berlibur teman..
Up date kelas public speaking dari Sekolah maroko radio dalam
09 Nop 2014

Gadget dan Kreatifitas..

Awalnya saya merasa iri dengan para anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun yang membawa gadget ke mall,atau ke resto cepat saji, dengan asiknya si anak memainkan games yang ada dalam gadget tsb, sedangkan sang bunda juga asik berselancar dng benda yang sama hanya bentuknya berbeda (kalau si bunda lagi bersosialita di Sosmed yakan Bun).. Sedangakan sang ayahpun sibuk berselancar menatap gadis dan para SPG yang berseliweran di depan meja makannya (hahaha ayoo ngaku para ayah hehehe)..
Gadget, ponsel pintar, tablet atau apapun namanya menjadi gaya hidup di jaman sekarang, anak-anak, remaja, tua muda sdh pasti ga afdol kalau ga punya, sayapun memberikan ponsel pintar ke anak saya, hanya ada pembantasan, saya jelaskan kepada Anak saya yg pertama bahwa gadget ini milik Abang dan bunda, begitu juga ke anak saya yang kedua bahwa ponsel milik berdua, dan di gunakan bergantian kapanpun abi bawa untuk kerja anak saya tidak protes..
Ketika selesai mengajar saya bincang-bincang dengan wakil kepala sekolah, pendapat bapak wakil ini, bahwa gadget membunuh kreatifitas anak, anak tidak berfikir kreatif,sehingga menghambat prestasinya di sekolah, beda dengan jaman kita ga ada HP, ga ada game di tangan, dengan itu otak kita di stimulus untuk berfikir kreatif, bahkan kita mampu mengerjakan karangan dalam pelajaran bahasa, dua sampai tiga paragrappun mampu kita selesaikan..
Saya setuju dgn bapak wakil tsb, bahkan saya sempet brousing pengaruh gadget thd perkembangan otak anak salah satunya adalah Penyakit mental yang membuat si anak depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak. Bahkan Agresif
Anak-anak yang terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif.
So belikan anak-anak kita gadget bermerak mahal, So pasti mereka akan tidak peduli dengan lingkungan, bahkan dengan Orang tuanya.. (hahaha Saran yang menyesatkan jangan di tiru yaa...)
Selamat berlibut Teman bagi yang libur
Selamat lembut bagi yang ngejar target beli gadget hehehe..
Up date di sawangan 07 Nop 2014
L

Cepatnya Waktu....

Selamat datang November, ga terasa sudah di bulan November yaa, baca status teman, lohh kok sdh akhir pekan yaaa..perasaan baru kemaren akhir pekannya, yaa waktu ibarat pedang, begitu cepatnya perjalanan waktu secepat tebasan pedang, kata orang orang arab, kalau kata orang bule Times is money,oleh karenanya orang harus pandai2 menggunakan waktu secara efisien agar tidak merugi,
Biacara soal waktu ternyata orang Indonesia belum bisa menghargai waktu, ini di buktikan dengan istilah-istilah yg membuat budaya kita menjadi malas, sprt, Tenang Belanda masih jauh, kaya ga ada hari esok aja, atau kalau kita janjian dengan teman, rekan kerja, kolega bisnis dengan enteng kita janji Insya Alloh yaa Ba'da Juhur, pertanyaanya InsyaAllohnya, insya Alloh orang arab atau InsyaAlloh orang Indonesia, plus di tambah ba'da Juhur, nah loh bada juhur kan sebelum Ashar masih ba'da Juhur, lengkap deh apalagi dengan alesan Macet broo, sori yaa aga telat nih, percumakan punya jam bermerek di tangan tapi ga di gunakan on time,( sindir rembes ahhh), belum lagi Istilah Jam Karet, kalau di pikir-pikir yg bisa on time itu hanya Ayam jago di kandang ane broo.. 
LLike

Rabu, 12 November 2014

Perlu ga si FB ??



Saya teringat ketika salah satu Trainer saya www.jakartatraining.commengajukan pertanyaan kepada peserta training, siapa yg ga punya FB, ada 2 peserta yg mengacungkan tangan, satu ibu muda, satu ibu berumur,Ibu tua menjawab tidak bisa menggunkan mungkin wajar di samping faktor gaptek ada faktor umur juga yg membuat si ibu tua enggan menggunakan FB, nah yg menarik si ibu muda menjawab punya FB buang2 waktu aja, menggosip, mencibir,dll..
Sosial media memang menjadi gaya hidup, sejauh manfaat baik kita bisa bisa gunakan dng baik, seperti Jualan On Line, mencari lowongan kerja, atau bersiraturahmi dng teman lama, yg tidak baik tentunya perlu di hindari, seperti mencari mantan pacar, membully Pejabat keritik bolehLah tentunya kritik Membangun dong, atau melihat konten dewasa..semoga apa yg anda kerjakan akan anda Tunai nantinya...

Pendidikan Moral



Masih Cerita Inspirasi Pagi..
Kemaren sy mengisi materi public speaking untuk kelas Intrakulikuler di DXX, aga beda dngan siswa yg masuk kelas reguler saya di hari minggu, kelas reguler begitu Antusias mengikuti materi saya. kelas intrakulikuler ini kebanyakan murid punya kepribadian yg menganggap remeh pengajar dan teman2 sekitarnya..rasa tanggung jawab yg kurang, rasa menghormati yg punah..ketika saya menyapa salah satu murid SD dgn menyodorkan tangan, di balas dengan sapaan Are you Teacher ??..
Perlu pendidikan karakter untuk siswa skrang yaa...
Pendidikan Moral..
Budi Perkerti..
Sopan Santu ..
Semua sirna diiringi era digital ..
CC bpak Anies Baswedan

Sedekah tidak di balas saat itu



Kisah Inspirasi Pagi..Alkisah ada seorang penjual gorengan yang selalu menyisakan buntut singkong goreng yang tak terjual. Dia selalu memberikan sisa gorengan tersebut pada seorang bocah yang sering main di tempatnya mangkal. Tanpa
terasa, sudah lebih dari 20 tahun dia menjalani usahnya itu. Namun tidak ada perubahan yang berarti; usahanya tetap begitu-begitu saja. Suatu hari, datang seorang pria membawa mobil mewah,
lalu berhenti di depan gerobak gorengannya. Pria itu bertanya, "Ada gorengan buntut singkong, Pak?" Si tukang gorengan lantas menjawab, "Nggak ada, Mas." "Saya kangen sama buntut singkongnya, Pak. Dulu waktu
kecil, ketika ayah saya baru meninggal, tidak ada yang membiayai hidup saya. Teman-teman saya mengejek saya karena tidak bisa beli jajanan. Tapi waktu itu, Bapak selalu memberi buntut singkong goreng kepada saya, setiap kali saya main di dekat gerobak Bapak," ujar pria
muda itu. Tukang gorengan terperangah. "Yang saya berikan dulu kan cuma buntut singkong.. Kenapa kamu masih ingat
saya?" "Bapak tidak sekadar memberi buntut singkong, tapi juga sudah memberikan kebahagiaan dan harapan buat saya. Saya mungkin tidak bisa membalas budi baik Bapak. Tapi, saya ingin memberangkatkan Bapak ke Tanah Suci. Semoga Bapak bahagia," lanjut pria itu. Si tukang singkong goreng hampir tidak percaya. Hanya sebuah kebaikan/sedekah kecil tapi mendatangkan berkah yang begitu besar! Pesan dari kisah ini: selalu bersyukur dan berbuat baik. Sekecil apa pun, asal ikhlas dan tulus, pasti akan membuahkan kebahagiaan dan keberkahan.

Minggu, 02 November 2014

Cita Cita ??



Judulnya pakai tanda tanya dua.. Bukan tanda seru, artinya masih mempertanyakan apa cita-cita mu....
Ketika saya pertanyakan kepada siswa-siswa kelas public speaking,beragam jawabnya, ada kepengin jadi dokter, pengin jadi artis, atau ada juga yg menjawab jalanin aja seperti kali mengalir, tuh kan lagi-lagi ga punya target, kalau hanya menjalani seperti kali mengalir, kasih dong orang tua kalian masa sebatas kali sih cita-citanya apalagi kalinya kali depan villa kelapa dua, di musim kemarau kalinya kadang kering, kadang berwarna biru pekat bekas limbah cucian levis hehehe, atau meluap keluar di musim hujan (sindir lurah, sindir pemda juga ahhh)...
Ehh alah..apa hubunganya Kali dengan cita-cita hehehe..
Di dua Minggu yang lalu semestinya ada seorang siswa remaja yang akan masuk kelas public speaking, dua kali pertemuan siswa ini ga datang, padahal ketika awal pendaftran,saya sempet bertanya sama siswa ini, perihal kegiatan, masih kuliah atau lulusan mana ?? Siswa ini menjawab, saya lulusan Akademi Kebidanan di surabaya, dan sekarang menjadi asisten salah satu artis magiction indonesia, dan siswa saya bilang, mengambil kuliah kebidanan lantaran keinginan orang tuanya..
Tuhkan antara cita-cita plus do'a orang tua tidak beriringan al hasil Siswa saya ini tidak maksimal dalam kuliahnya..karena jalur cita-cita berbeda antara keinginan dan do'a orang tua..
Yaaa semestinya antara cita-cita, kerja keras, dan do'a orang tua harus beiringankan.. Met Moday Temans
Sawangan, Senin 3 Nov 2014

summer collection