Kamis, 20 November 2014

NADA Tinggi

Dooooooo !
Reeeeeee !
Miiiiiiiiiiiiii !
Ngajarin vokal (emm jadi penyanyi Indonesia Raya aja kaga kepilih, teringat masa-masa SMA, ketika guru seni musik mencoba mendengar jenis suara saya  colek Ibu guru seni musik... )..
Saya juga sering mengajarkan siswa public speaking saya dengan 'nada tinggi tetapi dalam hal Intonasi atau stresing kata.
Nada tinggi yang saya maksud disini adalah Nada yg di gunakan kita pada saat kita mendidik anak, pada saat kita sedang beradu argumen, atau pada saat kita sedang emosi (Angry bird...)
Apa jadinya kalau Nada tinggi di gunakan setiap hari, oleh para bunda, para guru, oleh para Anggota Dewan, ataupun oleh kita (para pejuang kehidupan), saya yakin tidak akan ada Cinta dan Kasih Sayang..Tidak akan ada sebuah kemitraan dalam bisnis, atau malah tidak akan ada Pertalian perkawinan..
Saya pernah mendengar dalam sebuah seminar parenting, seorang pembicara memaparkan bahwa setiap suara kasar keras atau nada tinggi yang di dengar oleh anak kita, dapat merusak satu sell otak anak kita yang sedang tumbuh..
Mendidik anak memang tidak mudah dan membutuhkan kesabaran tingkat Dewa..(Tinggkat Nabi Ayub kalau perlu...).
Berbicaralah dengan lembut pada anak.(Harus bannyak nyuci dengan soklin pelembut nih..hehehe.)
Terkadang kita tidak sadar, kita pernah menjadi mereka, dan pola pikir kita pada saat itu tidak sama dengan pola pikir orang tua kita dulu.
Kita menjadi sekarang ini adalah pola didik orang tua kita dahulu ya kan.???
Walaupun anak yang satu dengan anak yang lain berbeda perlakuannya.
Sesekali perlu di gunakan Nada Tinggi tetapi tidak setiap hari, Nada tinggi di gunakan pada saat larangan memberikan petuah mana yang baik mana yang tidak baik, atau sangat di anjurkan pada saat memimpin demo (Turun kan BBM, Turun kan Sembako. Ga mungkin bro kalau sdh naik lupa turun berlaku juga ke pejabat...)
So jangan pernah menyerah dalam mendidik anak. Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Kita ketika mendapatkan anugerah untuk mendidik dan membesarkan buah hati tercinta.
Sawangan Kamis, 13 Nov 2014
L

Dua Karakter

Judul diatas bukan bukan judul sinetron, dan bukan juga judul Layar Lebar.. Judul diatas menggambarkan dua kepribadian seseorang yang telah bertemu kemudian berjodoh, karekter masing-masing telah terbentuk sekian lama dari didikan orang tua,lingkungan rumah, lingkungan sekolah..terkadang satu keluargapun karakternya berbeda-beda, apalagi dengan beda keluarga, ataupun beda suku. Dengan karakter yg berbeda satu sama lain saling melengkapi.
Saya tidak membahas judul dua karkter yg berbeda tsb, walaupun judul diatas dua karakter, yang akan saya bahas bahwa nilai-nilai yang di tanamkan oleh orang tua, guru di sekolah ataupun lingkungan di sekitar, berpengaruh besar terhadap karakter atau prilaku kita dan anak kita. Contoh anak yg di besarkan di lingkungan yg ekonominya kurang, pasti akan punya daya juang yg tinggi, jika di bandingkan dengan anak dengan anak yg hidup berkecukupan.
Untuk merubah karakter seseorang di butuhkan waktu yang cukup lama, dalam artikel konsultan anak pernah saya baca 'mengajarkan anak berhitung lebih mudah di bandingkan mengajrkan seorang anak belajar mengantri di Atm'(maksudnya mengajarkan budaya sabar..)..
Pendidikan karakter, karakter bangsa, make up karakter, karakter seseorang, kata karakter semuanya berhubungan dengan prilaku atau sifat dasar.. Dan Pertanyaannya apakah karakter seseorang bisa berubah.????.
Jawabanya InsyaAlloh Bisa, contohnya adalah kisah Umar bin Khatab, dia punya karkter yg keras,tetapi dia bisa lembut pada sesama, mudah menangis saat teringat dosa..(Ada perubahan ketika dia mengenal Islam)
Apapun karakter kita apakah negatif, ataupun positif insyaAlloh bisa berubah..
Met beraktifitas di hari rabu, 12 Nov 2014..
U

Kearifan lokal Kampung Pasir Putih, Sawangan

Awalnya saya mau kasi judul Kearifan Lokal kampung sawangan, kayanya kalau sawangan terlalu luas deh, dan saya tidak tau persis wilyah sawangan seutuhnya, ga sengaja juga saya bisa tinggal di daerah kampung pasir putih, tepatnya di jalan Kupu bombay, kata bombay sendiri karena banyak warganya yang suka puter film-film India di area perkarangan rumahnya dengan layar lebar (layar tancep..kalau di jakarta generasi yg lahir 80an kebawah tau layar tancep)..saya 2 tahun yg lalu brosing di inter mencari rumah sesuai dengan budged saya, dan akhir dapatlah rumah di Kampung Pasir putih.
Memang saya tidak tinggal di Komplek dengan fasilitas keamanan, jalan berkonblok, ataupun fasilitas joging layaknya komplek2 besar, saya hanya tinggal di perkampungan, yg humanis, jaraknya lumayan jauh kurang lebih 32 KM kalau di ukur dari rumah orang tua saya di kebon jeruk,, ketika saudara saya datang pertama kali, komentarnya adalah 'ga ada yg lebih jauh lagi nih'. Ada juga yang komentar pasti wilayahnya belum masuk dalam peta indonesia, (baru di daerah sawangan aja udah komen kaya gitu gimana kalau saya tinggal di perbatasan yaa lirik saudara di cikarang ahhh)..
Yang menarik dari tempat saya tinggal, para orang tuanya berprofesi sebagai pengrajin tape singkong, pengrajin kripik singkong dan petani buah jambu biji (ketika shooting KUS SCTV saya sering membawakn buah jambu untuk para crew, oleh2 kearifan lokal tempt tinggal saya), ada juga petani buah pepaya. Dan biasanya pemasaran Tape, jambu, serta pepaya di pasarkan oleh para orang tua dengan menggunakan sepeda ontel, sepeda motor, ataupun dngan pikulan, biasanya para pedagang dengan menggunakan pikulan, berkumpul kemudian mereka berangkat bersama menggunakan mobil pick up menuju lokasi jajahan mereka (maksudnya lokasi tempat mereka berdagang), ada juga yg berprofesi peternak kambing.
Pernah saya ngobrol dengan ketua RT setempat, 20 tahun kedepan saya tidak akan menikmati kearifan lokal ini, karena mulai di bangunnya perumahan baru di lahan lahan kebon jambu penduduk yg telah di jual ke pengembang..walaupun di pintu gerbang pasir putih tertulis 'kawasan argo wisata'.
Dan masih banyak lagi kearifan lokal di kampung ini..
Kebutuhan dan ekonomi yg akhirnya menggerus kearifan lokal..
Met Pagi..
11 Nop 2014
L

Statusmu adalah Branding kamu

Yaaa ampun pagi ini, ada salah tafsir dari status yang saya up date di FB..
(Sindir teman yang perasa...)Hati-hati ketika menulis status di Facebook temans, jangan sampai statusmu menyakiti perasaan yang membacanya..karena statusmu adalah harimau mu.. (aummm)
Setiap apa yang kita tulis pasti punya makna, pasti punya arti, apalagi status kita berupa foto, andaikata tulisan status kita berupa sindiran terhadap sesuatu, ataupun mengarah pada pada cacian dan makian, kemudian ada balasan pro kontra dari cacian tsb, hal ini pasti akan mengarah penghapusan kontak dari yang pro dan kontra tsb..bahkan akan menambah tingkat depresi seorang yg membacanya jika tulisan tsb mengarah padanya..
Di sela-sela materi Public Speaking saya pernah membahas penulisan status ini, saya pernah bilang ke siswa statusmu adalah branding kamu, maka jangan sekali menulis, kemarahan-kemarahan, cacian-cacian, apalagi menulis kemarahan dengan listing nama binatang yang ada di kebon binatang.(Tau kan maksud saya,)..
Saya mengajarkan agar siswa menulis atau mengupdate foto di tambah dengan resume foto tersebut,
Contoh ketika mengupdate foto kuliner di tambah tulisan status 'wihh manyus yaa makan di resto A, dengan menu sambal balado rasnya pas banget di lidah ,...dan seterusnya..(Yaaa ada juga sihh yang komen atas status kamu walah makan2 di restoran terus nih, persaaan masih ada utang deh sama gue..haha masih nyambung antara hutang dan status makan di resto..tapi itu DL. Hehe)..
Karena status mu akan memberikan gambaran kepribadian pada orang lain..karena Anda Andalah bisnis Anda.
Siapa diri Anda bisa di lihat dari status Anda ?
Apa Kemampuan Anda bisa di lihat tulis anda ?
Met berlibur teman..
Up date kelas public speaking dari Sekolah maroko radio dalam
09 Nop 2014

Gadget dan Kreatifitas..

Awalnya saya merasa iri dengan para anak-anak dengan usia di bawah 10 tahun yang membawa gadget ke mall,atau ke resto cepat saji, dengan asiknya si anak memainkan games yang ada dalam gadget tsb, sedangkan sang bunda juga asik berselancar dng benda yang sama hanya bentuknya berbeda (kalau si bunda lagi bersosialita di Sosmed yakan Bun).. Sedangakan sang ayahpun sibuk berselancar menatap gadis dan para SPG yang berseliweran di depan meja makannya (hahaha ayoo ngaku para ayah hehehe)..
Gadget, ponsel pintar, tablet atau apapun namanya menjadi gaya hidup di jaman sekarang, anak-anak, remaja, tua muda sdh pasti ga afdol kalau ga punya, sayapun memberikan ponsel pintar ke anak saya, hanya ada pembantasan, saya jelaskan kepada Anak saya yg pertama bahwa gadget ini milik Abang dan bunda, begitu juga ke anak saya yang kedua bahwa ponsel milik berdua, dan di gunakan bergantian kapanpun abi bawa untuk kerja anak saya tidak protes..
Ketika selesai mengajar saya bincang-bincang dengan wakil kepala sekolah, pendapat bapak wakil ini, bahwa gadget membunuh kreatifitas anak, anak tidak berfikir kreatif,sehingga menghambat prestasinya di sekolah, beda dengan jaman kita ga ada HP, ga ada game di tangan, dengan itu otak kita di stimulus untuk berfikir kreatif, bahkan kita mampu mengerjakan karangan dalam pelajaran bahasa, dua sampai tiga paragrappun mampu kita selesaikan..
Saya setuju dgn bapak wakil tsb, bahkan saya sempet brousing pengaruh gadget thd perkembangan otak anak salah satunya adalah Penyakit mental yang membuat si anak depresi, kecemasan, defisit perhatian, autisme, gangguan bipolar, dan gangguan perilaku pada anak. Bahkan Agresif
Anak-anak yang terpapar tayangan kekerasan di gadget mereka berisiko untuk menjadi agresif.
So belikan anak-anak kita gadget bermerak mahal, So pasti mereka akan tidak peduli dengan lingkungan, bahkan dengan Orang tuanya.. (hahaha Saran yang menyesatkan jangan di tiru yaa...)
Selamat berlibut Teman bagi yang libur
Selamat lembut bagi yang ngejar target beli gadget hehehe..
Up date di sawangan 07 Nop 2014
L

Cepatnya Waktu....

Selamat datang November, ga terasa sudah di bulan November yaa, baca status teman, lohh kok sdh akhir pekan yaaa..perasaan baru kemaren akhir pekannya, yaa waktu ibarat pedang, begitu cepatnya perjalanan waktu secepat tebasan pedang, kata orang orang arab, kalau kata orang bule Times is money,oleh karenanya orang harus pandai2 menggunakan waktu secara efisien agar tidak merugi,
Biacara soal waktu ternyata orang Indonesia belum bisa menghargai waktu, ini di buktikan dengan istilah-istilah yg membuat budaya kita menjadi malas, sprt, Tenang Belanda masih jauh, kaya ga ada hari esok aja, atau kalau kita janjian dengan teman, rekan kerja, kolega bisnis dengan enteng kita janji Insya Alloh yaa Ba'da Juhur, pertanyaanya InsyaAllohnya, insya Alloh orang arab atau InsyaAlloh orang Indonesia, plus di tambah ba'da Juhur, nah loh bada juhur kan sebelum Ashar masih ba'da Juhur, lengkap deh apalagi dengan alesan Macet broo, sori yaa aga telat nih, percumakan punya jam bermerek di tangan tapi ga di gunakan on time,( sindir rembes ahhh), belum lagi Istilah Jam Karet, kalau di pikir-pikir yg bisa on time itu hanya Ayam jago di kandang ane broo.. 
LLike

Rabu, 12 November 2014

Perlu ga si FB ??



Saya teringat ketika salah satu Trainer saya www.jakartatraining.commengajukan pertanyaan kepada peserta training, siapa yg ga punya FB, ada 2 peserta yg mengacungkan tangan, satu ibu muda, satu ibu berumur,Ibu tua menjawab tidak bisa menggunkan mungkin wajar di samping faktor gaptek ada faktor umur juga yg membuat si ibu tua enggan menggunakan FB, nah yg menarik si ibu muda menjawab punya FB buang2 waktu aja, menggosip, mencibir,dll..
Sosial media memang menjadi gaya hidup, sejauh manfaat baik kita bisa bisa gunakan dng baik, seperti Jualan On Line, mencari lowongan kerja, atau bersiraturahmi dng teman lama, yg tidak baik tentunya perlu di hindari, seperti mencari mantan pacar, membully Pejabat keritik bolehLah tentunya kritik Membangun dong, atau melihat konten dewasa..semoga apa yg anda kerjakan akan anda Tunai nantinya...

summer collection