Kamis, 20 November 2014

Optimisme jangan berhenti !

Masih adakah dari teman2 yang saat ini sedang menjalankan bisnis, atau baru memulai sebuah bisnis baru, atau baru sekedar angan-angan membangun sebuah bisnis, atau malah bisnisnya sudah bangkrup (kebanyakan atau nih....) Atau malah bingung dengan tulisan ini.. Hehehe
Apapun pengalaman Anda, Anda tidak sendirian. Intinya adalah teruslah berusaha.
Saya sudah mencobah berbagai jenis bisnis, dari modal dari KTA bank, modal kartu kredit (di kejar si Ambon hahaha), modal dari Mantan bos (ga berani angkat telponnya hutang sdh jatuh tempo), bahkan modal Pa Haji pun pernah saya pakai (H.ik dekat rumah sampai ga berani sholat di masjid lantaran hutan belum lunas sama Pa Haji.....) Alhamdulillah masa itu sudah dpt saya lewati, pinjaman sudah terlunasi, saya mulai Dari bisnis tenda cafe,Inves bisnis warnet, invest bisnis sapi potong, bisnis pulsa, bisnis distributor buku, bisnis Ayam fred ciken, sdh ditambah berbagai MLM pernah saya ikuti. Saya rasa bukan mencoba peruntungan dari bisnis tsb, tetapi rasa optimisme bahwa bisnis saya akan berhasil walapun pada prakteknya, jatuh bangun juga.
Membangun bisnis ibarat merajut cita-cita, bagaimana seorang Regina Idol butuh waktu 7 tahun untuk bisa menang di Idol 2012, bagaimana seorang obama butuh waktu 43 tahun mewujudkan cita2nya menjadi presiden Amerika ketika kelas tiga SD dia mengarang ingin menjadi Presiden, bahkan seorang Nabipun butuh 40 th mengalahkan fir'aun..
Contoh kecil banyak teman2 saya mampu eksis di bisnisnya sekarang karena memang rasa optime mereka, ada teman saya yang sukses dengan Oisi Tako, sukses dengan Brand Sabananya, ada juga yg sukses dengan bisnis property senggol bang wahyu, Boy teman kuliah,ada teman yg sukses menjadi motivator, bahkan ada seorang ustadz teman main MLM, yang mampu membangun pesantren di anyer, yaa lantaran mereka punya mimpi dan optimisme..Pada akhirnya waktu dan rasa optimismelah yang membuat mereka sukses..Karena Sukses tidak datang dengan Instan,( kecuali Anda bisnis Indomie, ada bisa buat indomie dengan instan..)
Selamat Beraktivitas Pejuang Kehidupan

Ilmu seperti Wanita

Saat ini saya mencoba belajar bahasa Inggris karena kebutuhan saya bertemu dengan client ekspatriat sehingga mengharuskan saya belajar bahasa Inggris, saya mengawali masuk kelas di New Concep, membaca buku, menterjemahkan artikel berbahasa Inggris, yaa sekedar ihtiarnya manusia..(Butuh waktu nih maklum, waktunya sudah terbagi2)..
Ada hal yang menarik dalam buku yang saya baca, bahwa ilmu itu ibarat wanita, dia (ilmu) ingin di dekati dan di cintai artinya ya harus suka dulu dengan ilmu,(waduh gimana dengan ilmu matematika, mungkin dulu saya menganggap si matematika ini ibarat wanita killer, berwajah tidak rupawan dan berperangai buruk, akhir saya menjauh dengan si matematika ini)..
Andai saja saya menggangap semua ilmu itu adalah wanita cantik (macam Siti Nurhaliza...), mungkin saya akan berusaha keras mendaptkannya..
Dan jika kita memaknai ilmu itu sebagai seorang wanita cantik, maka kita akan mendekatinya, mempelajarinya, kadang terasa mudah, kadang terasa susah, kadang hampir membuat putus asa (berapa kali di tolak nih hehe)..
Ada pengorbanan yang harus di keluarkan (seperti teman saya sudah seperti ojek dan pelangganya, maaf Jek, walau pada akhirnya pelanggan pindah ke tukang ojek lain.hehehe..), ada mahar yang harus di bayar, memang ada wanita gratis turun dari surga.
Jika wanita tersebut sudah menjadi milik anda (di nikahi), yang awalnya anda yang mengabdi mendaptkanya, kita sebaliknya wanita tersebut mengabdi kepada Anda, begitu juga ilmu anda bersusah payah mengorbankan waktu materi, dan tenaga demi mendapatkannya, setelah ilmu tersebut pasrah gantian Ilmu yang akan mengabdi kepada Anda.
Sekarang tugas Anda adalah tetap mencintai,memelihara dan membina, ilmu tersebut, agar memberi manfaat !!
Selamat berlibur teman

Pendidikan Akhlak terlupakan ?

Sewaktu saya sekolah di SD, kebetulan saya bersekolah di Sekolah Dasar Islam, kenapa orang tua saya masukin ke sekolah Dasar Islam, yaa harapannya agar si Anak faham akan ilmu-ilmu Agama, tapi setelah lulus SD, saya masuk sekolah Negeri, beda sekali pergaulan di sekolah Negeri, kelas satu saya di kenalkan buku bacaan stensil oleh teman saya (tau stensilkan ..haduhh bukan pendidikan yang baik nihh), tp buat share teman-teman ketika mendidik anak, bagaimana bedanya pendidikan agama yang saya dapt sekolah negeri dengan pendidikan agama yang saya dapat di sekolah agama, saya masih mendaptkan pendidikan aqidah akhlaq ketika di sekolah agama, dalam 1 minggu 2 sampai 3 mata pelajaran tentang ahlaq. Beda di sekolah umum yg hanya 1 kali dalam 1 minggu. Intinya adalah dasar yg kuat perlu di tanamkan sesering mungkin.
Pada umumnya kita mengangap bahwa pendidikan hanya sebatas di sekolah, dan sekolah hanya sebagai lembaga pendidikan yang mencetak SUKSES seseorang menjadi DOKTER terkenal, menjadi PENGUSAHA hebat, atau menjadi PENGACARA ternama (saya pernah melihat seorang PENGACARA ternama di sebuah restoran sedang asiknya rujak bibir tanpa ada batasan norma agama..). Padahal
Perlunya pendidikan akhlak di sekolah sehingga siswa mampu membawa dirinya dalam pergaulan, bertindak atau bertingkah laku,dan pendidikan Akhlak adalah inti dari semua jenis pendidikan..
So Jangan berhenti dalam pola pendidikan agama atau pendidikan Akhlak, andai kata pendidikan agama/akhlak terhenti, maka yang terjadi adalah sulitnya kita memfilter mana budaya yang baik dan mana budaya kurang baik.bukan hanya sekedar budaya timur yg hilang tetapi juga sebuah ideoligi yng akan sirna (hanya pikiran saya semoga tidak terjadi yaaa).
Sekali lagi jangan lupakan pendidikan ahlak, karena pada akhirnya kita akan menjadi model untuk anak-anak kita..
Met libur teman

Tiada Kata Maaf

Kata maaf tak kan menyembuhkan luka, hanya keikhlasan dan sikap lapang dada saja yang membuat kita menjadi lebih tegar dan legowo dalam menghadapi masalah..
Walaupun saya juga aga jarang menggunakan kata maaf kepada istri saya (maaf ya bunda..), paling tidak ketika saya berbuat salah di jalan misalkan saya menabrak kenalpot sepeda motor di depan saya, ada kata maaf keluar dari mulut saya, saya akui memang kata maaf sulit keluar dari mulut dan sulit juga di terima di hati..
Atau atas kesalahan saya, pernah saya membelok tanpa melihat kebelakang, dan tiba2 seorang pemuda dengan sepeda motor ninjanya berteriak Wooi hati2 (dengan suara keras menggelegar)..sayapun mengangkat tangan dan berkata Maaf pa, walaupun saya sdh minta maaf pemuda tsb berhenti sebenar dengan tatapan angkuhnya berkata HATI HATI PA kalau mau belok, permintaan maaf yg kedua saya sampaikan..tetapi hanya Pelototan mata yg saya dapat.. (Tuh kan sulitnya menerima maaf)...
Pernah mengalami kejadian sebaliknya, kita yg di tabrak, si penabrak tidak minta maaf, atau malah galakan dia di banding dengan kita..(Colek bos Effendi ahh)..
Cerita yang sama saya dapatkan dari OM saya, mobilnya yang di tabrak, eh ehh yang menabrak malah minta ganti, dengan alasan rem medadak, dan om saya om harus mengeluarkan sejumlah uang.(Tuh kan gaa jaga jarak sih, jaga jaraknya sama mobil yg ada tulisanya 'awas lagi belajar' ..)
Ayuu budayakan maaf,karena dgn maaf akan menyiram emosi marah yg membara. Jadi ga perlu nunggu idul fitri untuk minta maaf kan !!
Yaa ga ada salahnyakan minta maaf
Maaf yaa Bun,Jalan2 ke mekahnya tertunda..
Atau maaf yaa istriku mas kawin kemaren buat DP Mobil (hahaha maksa)
Jum'at 14 nov 2014
U

NADA Tinggi

Dooooooo !
Reeeeeee !
Miiiiiiiiiiiiii !
Ngajarin vokal (emm jadi penyanyi Indonesia Raya aja kaga kepilih, teringat masa-masa SMA, ketika guru seni musik mencoba mendengar jenis suara saya  colek Ibu guru seni musik... )..
Saya juga sering mengajarkan siswa public speaking saya dengan 'nada tinggi tetapi dalam hal Intonasi atau stresing kata.
Nada tinggi yang saya maksud disini adalah Nada yg di gunakan kita pada saat kita mendidik anak, pada saat kita sedang beradu argumen, atau pada saat kita sedang emosi (Angry bird...)
Apa jadinya kalau Nada tinggi di gunakan setiap hari, oleh para bunda, para guru, oleh para Anggota Dewan, ataupun oleh kita (para pejuang kehidupan), saya yakin tidak akan ada Cinta dan Kasih Sayang..Tidak akan ada sebuah kemitraan dalam bisnis, atau malah tidak akan ada Pertalian perkawinan..
Saya pernah mendengar dalam sebuah seminar parenting, seorang pembicara memaparkan bahwa setiap suara kasar keras atau nada tinggi yang di dengar oleh anak kita, dapat merusak satu sell otak anak kita yang sedang tumbuh..
Mendidik anak memang tidak mudah dan membutuhkan kesabaran tingkat Dewa..(Tinggkat Nabi Ayub kalau perlu...).
Berbicaralah dengan lembut pada anak.(Harus bannyak nyuci dengan soklin pelembut nih..hehehe.)
Terkadang kita tidak sadar, kita pernah menjadi mereka, dan pola pikir kita pada saat itu tidak sama dengan pola pikir orang tua kita dulu.
Kita menjadi sekarang ini adalah pola didik orang tua kita dahulu ya kan.???
Walaupun anak yang satu dengan anak yang lain berbeda perlakuannya.
Sesekali perlu di gunakan Nada Tinggi tetapi tidak setiap hari, Nada tinggi di gunakan pada saat larangan memberikan petuah mana yang baik mana yang tidak baik, atau sangat di anjurkan pada saat memimpin demo (Turun kan BBM, Turun kan Sembako. Ga mungkin bro kalau sdh naik lupa turun berlaku juga ke pejabat...)
So jangan pernah menyerah dalam mendidik anak. Sudah menjadi tugas dan tanggungjawab Kita ketika mendapatkan anugerah untuk mendidik dan membesarkan buah hati tercinta.
Sawangan Kamis, 13 Nov 2014
L

Dua Karakter

Judul diatas bukan bukan judul sinetron, dan bukan juga judul Layar Lebar.. Judul diatas menggambarkan dua kepribadian seseorang yang telah bertemu kemudian berjodoh, karekter masing-masing telah terbentuk sekian lama dari didikan orang tua,lingkungan rumah, lingkungan sekolah..terkadang satu keluargapun karakternya berbeda-beda, apalagi dengan beda keluarga, ataupun beda suku. Dengan karakter yg berbeda satu sama lain saling melengkapi.
Saya tidak membahas judul dua karkter yg berbeda tsb, walaupun judul diatas dua karakter, yang akan saya bahas bahwa nilai-nilai yang di tanamkan oleh orang tua, guru di sekolah ataupun lingkungan di sekitar, berpengaruh besar terhadap karakter atau prilaku kita dan anak kita. Contoh anak yg di besarkan di lingkungan yg ekonominya kurang, pasti akan punya daya juang yg tinggi, jika di bandingkan dengan anak dengan anak yg hidup berkecukupan.
Untuk merubah karakter seseorang di butuhkan waktu yang cukup lama, dalam artikel konsultan anak pernah saya baca 'mengajarkan anak berhitung lebih mudah di bandingkan mengajrkan seorang anak belajar mengantri di Atm'(maksudnya mengajarkan budaya sabar..)..
Pendidikan karakter, karakter bangsa, make up karakter, karakter seseorang, kata karakter semuanya berhubungan dengan prilaku atau sifat dasar.. Dan Pertanyaannya apakah karakter seseorang bisa berubah.????.
Jawabanya InsyaAlloh Bisa, contohnya adalah kisah Umar bin Khatab, dia punya karkter yg keras,tetapi dia bisa lembut pada sesama, mudah menangis saat teringat dosa..(Ada perubahan ketika dia mengenal Islam)
Apapun karakter kita apakah negatif, ataupun positif insyaAlloh bisa berubah..
Met beraktifitas di hari rabu, 12 Nov 2014..
U

Kearifan lokal Kampung Pasir Putih, Sawangan

Awalnya saya mau kasi judul Kearifan Lokal kampung sawangan, kayanya kalau sawangan terlalu luas deh, dan saya tidak tau persis wilyah sawangan seutuhnya, ga sengaja juga saya bisa tinggal di daerah kampung pasir putih, tepatnya di jalan Kupu bombay, kata bombay sendiri karena banyak warganya yang suka puter film-film India di area perkarangan rumahnya dengan layar lebar (layar tancep..kalau di jakarta generasi yg lahir 80an kebawah tau layar tancep)..saya 2 tahun yg lalu brosing di inter mencari rumah sesuai dengan budged saya, dan akhir dapatlah rumah di Kampung Pasir putih.
Memang saya tidak tinggal di Komplek dengan fasilitas keamanan, jalan berkonblok, ataupun fasilitas joging layaknya komplek2 besar, saya hanya tinggal di perkampungan, yg humanis, jaraknya lumayan jauh kurang lebih 32 KM kalau di ukur dari rumah orang tua saya di kebon jeruk,, ketika saudara saya datang pertama kali, komentarnya adalah 'ga ada yg lebih jauh lagi nih'. Ada juga yang komentar pasti wilayahnya belum masuk dalam peta indonesia, (baru di daerah sawangan aja udah komen kaya gitu gimana kalau saya tinggal di perbatasan yaa lirik saudara di cikarang ahhh)..
Yang menarik dari tempat saya tinggal, para orang tuanya berprofesi sebagai pengrajin tape singkong, pengrajin kripik singkong dan petani buah jambu biji (ketika shooting KUS SCTV saya sering membawakn buah jambu untuk para crew, oleh2 kearifan lokal tempt tinggal saya), ada juga petani buah pepaya. Dan biasanya pemasaran Tape, jambu, serta pepaya di pasarkan oleh para orang tua dengan menggunakan sepeda ontel, sepeda motor, ataupun dngan pikulan, biasanya para pedagang dengan menggunakan pikulan, berkumpul kemudian mereka berangkat bersama menggunakan mobil pick up menuju lokasi jajahan mereka (maksudnya lokasi tempat mereka berdagang), ada juga yg berprofesi peternak kambing.
Pernah saya ngobrol dengan ketua RT setempat, 20 tahun kedepan saya tidak akan menikmati kearifan lokal ini, karena mulai di bangunnya perumahan baru di lahan lahan kebon jambu penduduk yg telah di jual ke pengembang..walaupun di pintu gerbang pasir putih tertulis 'kawasan argo wisata'.
Dan masih banyak lagi kearifan lokal di kampung ini..
Kebutuhan dan ekonomi yg akhirnya menggerus kearifan lokal..
Met Pagi..
11 Nop 2014
L

summer collection