Jumat, 04 Agustus 2017

Om saya dan cita citanya


Saya punya encing bejibun alias banyak, maklum betawi, tau encingkan ? bahasa nederlandnya Om, walaupun jumlah encing banyak, ada dua orang om yang dekat dengan kehidupan kecil saya, mau ngga mau, cita-cita saya juga banyak terpengaruh oleh kedua om tersebut, sebut saja om dengan inisial RZ, Om RZ saat itu sudah berdinas di kepolisian, saya sering di ajak olahraga lari oleh si om, cita cita menjadi polisi sempat kebayang saat itu, kepingin juga masuk AKPOL, namun tinggi badan tidak memungkinkan, akhirnya pupus cita-cita saya ngikutin jejak si om, ada juga sepupuh yang lain mengikuti jejak si om, dari awal beliau berdinas, ternyata sudah banyak saudara, teman yang ikut jejak beliau, dan pangkat om RZ sekarang sudah melati dua di pundaknya.

Om yang satu lagi berinisial HRS, pangkatnya saat ini, baret putih alias Pak Haji, dinasnya di masjid, dulu sewaktu saya SD, di bulan puasa saya di ajak berdagang di pasar cipulir, setelah sholat subuh siap-siap dengan mobil atau motornya, saya ingat saat itu, kami menggelar dagangan hasil produksi si om, biasanya sampai menjelang zuhur kami baru pulang, di samping dapat komisi dari penjualan saya juga kasih sepatu baru menjelang lebaran, duhh senangnya, karakter berdagang saya menjadi kuat, sempat saya berdagang es di lapangan gemora srengseng di modalin sama HRS, di  SMA saya tidak malu membawa celana jeans untuk saya tawarkan ke teman-teman.

Setelah kedua  Om ini punya anak, ada  pola pikir yang berbeda dari kedua om tersebut dalam hal cita-cita, Om RZ memberikan pilihan kebebasan pada anaknya saat di sekolah SMP dan SMA, namun setelah lulus SMA si anak harus ikut pendidikan AKPOL, itu yang di inginkan dan di jalankan  oleh si Om RZ.
Kalau Om HRS sendiri, mengharuskan semua anaknya SMP SMA masuk pesantren, selepas pesantren di berikan kebebasan,si anak mau jadi pendakwah, pedagang atau pegawai, terserah, namun basik agama di utamakan, begitu kata om saya HRS.

Hampir rata-rata cita cita kita adalah panutan waktu masih kecil. Nggak jarang juga si anak diajak ayah atau ibumu ke tempat kerja. Hingga akhirnya kepengen juga bisa sukses kayak ayah atau ibu  seperti teman saya yang sekarang kerja di kementerian, karena bapak memang menteri.
Kalau boleh di tanya apa cita citamu sekarang Van ? melamar Cita Citata menjadi permaisuri yang kedua (hehehe yang ini jangan dia anggap serius, Cuma pengin kalian tersenyum )
Berencana punya cita-cita wajar, agar bisa fokus dengan cita-cita tersebut, namun manusia berencana, takdir Allah akan berkata lain, tapi yakinlah Taqdir Allah  adalah jalan terbaik.

Inspirasi sore
04 Agustus 2017

Selasa, 01 Agustus 2017

Ada peluang baru..



Pernah ikutan seminar membeli property tanpa modal ? saya pernah ikutan priview seminar property dengan tagline, beli property tanpa modal dan tanpa hutang, ujung-ujung si penyelenggara  untung dari penjualan seminar tersebut, ternyata tidak semua peserta bisa mendapatkan lokasi sesuai dengan progress si trainer, tapi saya coba prinsip dalam seminar tersebut akan terapkan dengan membeli mobil innova pakai duit orang lain, sama aja dong pinjem-pinjem juga ? pada dasaranya semua bisnis pasti perlu modal, mau beli property pasti pakai uang, mau beli alfad juga menggunakan uang, nah uangnya itu  dapat dari mana, apakah pijaman dari Bank, pinjaman dari mertua atau pinjaman dari sang investor?

Bagi saya pribadi, sejak tahun 2010, saya sudah tidak berani, pinjam uang untuk modal usaha yang baru saya rintis, kebanyakan dari kita, baru mulai usaha sudah pinjam uang, malah saya dulu nekad pinjam dari KTA untuk bisnis pulsa, kepingin  pinjaman sama mertua, tapi malu takut ngga bisa kembaliin,  paling tidak kalau pinjam sama mertua, gagal bayar  di kasih Surat Peringatan “nak pulang dulu ya, nanti balik lagi, setelah suamimu bayar hutang sama bapak”, itu kalau sama mertua,  kalau pinjam sama bank, nnga bisa balikin, habis deh riwayat elo, di terror sama deb collector berwajah beringas, di hadang pakai golok seperti kasus Hermansyah, dll,  makanya islam melarang pinjam sama bank berbau ribawi.

Saat ini saya mencoba menciptakan pasar dengan web rental/ sewainnova dot com,  kenapa Innova ? Innova itu standarnya artis, saat saya pergi keluar kota pasti saya di jemput dengan mobil Innova, yaa karena saya menemani para artis yang di undang, saya kebagian rezeki bisa bersama artis dalam mobil Innova, pernah juga saya bersama artis, di dalam mobil Alfard keluaran terbaru sewaktu di medan. Mobil Innova menjadi kebutuhan para pejabat dan  artis ketika berpergian keluar kota, saya pernah iseng ketika di Bali, saya bertanya kepemilik rental Innova yang kebetulan juga menjadi sopir mobil yang saya tumpangi, si pemilik bilang persaingan Innova lebih sedikit dengan mobil sekelas avanza atau xenia, secara otomasi peluang pendapatannya lebih besar jika di bandingkan dengan kelas xenia tadi.

Kemarenpun ketika pulang daru Bandung, secara tidak sengaja saya menggunakan Innova untuk balik ke Jakarta, kenapa saya tulis tidak sengaja, travel dari Bandung menuju Jakarta lumayan padat saat itu, ada daytrans, cititran dan x trans semua full book, sayapun di tawarin naik innova, dengan harga lebih tinggi dari harga resmi, dalam perjalan pulang, pasti saya gali informasi dari sang sopir, sang sopir dalam satu bulan mampu mengumpulkan uang 15 juta dari innovanya, hmm peluang nih dalam hati saya, keesokanya saya langsung buatin blog web sewainnova dot com, sebuah usaha menciptakan pasar kelas Innova, syukur-syukur bisa ganti corolla saya dengan innova baru..

Inspirasi Usaha
02 Agustus 2017

Banyak peluang di sekitar kita.



Sebenarnya kalau kita mau jeli, pasti ada aja peluang usaha, awal mei saya membuat web bisnis makan dot com, salah satu menunya tape singkong, butuh waktu lima bulan baru ada transaksi dari website saya, tepatnya bulan oktober saya di telepon minta di bawakan sample tape, saat itu juga saya mengiyakan, kapan tape mau dikirim ? dan ketika waktu pengiriman, ternyata sang penelpone adalan manager sebuah restoran besar, dengan 50 cabang di Jakarta, sayapun di minta mempresentasikan karakteristik tape tersebut, satu minggu kemudian saya di minta kembali mengirimkan contoh tape yang aga mateng, order pertama 15 Kg, dan Alhamdulillah sampai saat ini restoran tersebut masih meminta orderan tape singkong dari saya.

Memang setiap peluang tidak seperti makan cabe, di makan langsung terasa, butuh proses dan waktu, kalau ada keinginan pasti ada jalan, dasyat bisnis di internet, permintaan tape tidak putus di satu restoran tersebut saja, ada salah satu supermarket berlogo G minta dikirimkan 500 kg tape setiap minggunya, namun karena pembayaran dengan tempo yang tidak bisa saya penuhi, saya tunda kerjasama dengan swalayan tersebut.

Masih dengan usaha tape,  ketika saya pulang event di daerah gatot subroto, persis di depan saya, ada pengendara sepeda motor dengan keranjang  kiri kanan penuh berisi sesuatu, saya penasaran saya dekati si pengendaran tersebut, ternyata keranjang motor berisi tape singkong, saya semakin penasaran saya ikuti pengendara tersebut, lewat pasar palmerah, kemudian kearah rawa belong dan akhir sampai di gang hud dekat rumah saudara saya, pengendara tersebut berhenti di depan kios kue kamir, saya berhenti sejenak, dan akhirnya saya beli kue kamir tersbut, sambil saya bertanya, bapak ngambil tape di mana ? dan berapa kebutuhan setiap hari tape singkong ini pak ? bapak tersebut menjawab, dua hari sekali mengambil tape singkong di daerah bogor, 50 Kg untuk dua hari,  harga sepuluh ribu rupiah perkilogramnya. Kebayangkan jika si bapak terbebut butuh 25 kilo gram perhari, berapa banyak dia memproduksi kue kamirnya.

Usaha kuliner memang menjadi bisnis yang paling banyak di geluti, namun usaha kuliner kreatif masih sangat jarang kita temukan. Kreatif disini ialah menjual suatu produk kuliner dengan rasa, warna, bentuk yang berbeda. Saya dengar restoran yang mengorder tape saya, tepa singkong saya di olah menjadi tape goreng, sampai saat ini saya belum pernah mencicipi tape restoran tersebut, kepingin juga saya olah tape saya dengan kudapan kuliner Seperti tape goreng es cingcau atau  tape singkong  ice cream, sambil mikir kaya apa rasanya, hehehe.

Itulah peluang, banyak jalan menju rawa belong jika kita mau.

Inspirasi Malam
Sawangan, 01 Agustus 2017

Kamis, 27 Juli 2017

DQA anaku

Rehat sejenak nak
Pagi ini anak saya menelpon, suara tangis terdengar di kejauhan, Abang pusing bi, kenapa kamu flu ? coba mana ustadz, sayapun ngobrol dengan sang ustadz, iya cuma batuk pilek, saya minta saran sama sang ustadz, anak sayapun di perbolehkan izin satu hari.
Sesampainya di rumah batuk dan panas aga reda, saya yakin anak saya aga kaget di minggu kedua ini, karena aktifitas pesantren sudah mulai terasa.
Ada perubahan kebaikan dalam prilaku anak saya, selama di rumah,  dia pegang alquran, sambil bermurojaah hafalan juz ke 30 yang baru ia mulai, sayapun membantu melancarkan bacaan anak saya.
Ketika di perintahpun langsung sigap, nak tidak ada tv dulu ya, anak sayapun mengiyakan.
Tidak seperti sebelumnya ketika di perintah, ada saja pengecualiannya.

Belum satu bulan memang perlu adaptasi exkra bagi anak-anak yang terbiasa santai sebelumnya, apalagi, sekolah anak saya sewaktu MI teramat santai.
Saya mencoba menanyakan kebeberapa teman-teman anak saya yang di pesantren, hampir rata-rata mereka aga sedikit kaget dengan rutinitas pesantren, tetangga kamipun harus mengistirahatkan anaknya dua hari di rumah, alhamdulillah anak saya cukup satu hari saja beristirahat.

Obrolan dengan ustadz, ketika saya menanyakan, adakan santri yang tidak kuat menerima pelajaran di pesantren, sang ustadzpun bercerita, selama saya di pondok dan pondok tersebut bermanhaj baik, menghafal alquran dan hadist, saya belum pernah menemukan santri yang stres, ustadz melanjutkan memang pernah kakak dari temannya sempat terguncang di pesantren, namun pesantren yang di pilih mengamalkan wirid sekian ribu kali, dan ini yang bisa membuat santri tersusupi dengan jin, jawaban sang ustadz melegakan hati saya.

Abang memang belum terbiasa, tapi Abi yakin Abang pasti bisa, lihat teman-teman kamu kembali bersemangat menghafal alquran, di sore hari mereka bermain bola bersama, ada waktu istirahat yang di berikan pihak pesantren, dan yakinlah bang rasa letih akan hilang jika sudah terbiasa.
Minggu ke tiga



Foto minggu ke dua



Foto minggu pertama





♡♡♡SEPENGGAL HATIKU TERTINGGAL♡♡♡

Anakku...
Maafkan bunda, yang tidak sepenuhnya lagi menjadi madrasah bagimu.
Karena kelemahan ilmu ini.

Nak...
bunda titipkan engkau di sini.
Agar kelak engkau menjadi penyejuk hati, yang lisanmu, tak henti-hentinya melafalkan wahyu, yang malamnya engkau habiskan dalam sujud panjang utk Robbmu.

Lalu, bimbing bunda, rangkul abi yah...
tuk bersama melangkah menuju jannah-Nya.

Anakku...
Maafkan bunda yang telah membuat hafalanmu terseok-seok.
Karena bunda bukan hafidzoh.

Bunda titip engkau disini...
Agar engkau sprint mengejar hafidzmu. Hingga... engkau berada dalam barisan penjaga Al Qur'an dan penjaga kemulian
Al Qudz Tercinta.
Agar kelak, engkau persembahkan mahkota kemuliaan untuk guru-gurumu dan tentu saja untuk bunda dan abimu.

Anakku...
Simpanlah airmatamu sekarang, dan menangislah di sujud panjang malam-malamnu.

Anakku...
Bunda selalu mendekapmu dalam do'a-do'a, memohon pada Robbul Izzati untuk membuka hati dan fikiranmu,
agar kamu dimudahkan menyerap adab dan meraih ilmu dari gurumu.
Agar engkau mulia dihadapan-Nya.

Jagalah Allah nak...
pasti Allah kan menjagamu.

Anakku...
Jika ajal telah menjemput...
Engkaulah pahlawan bunda dan abi.
Do'amu sebagai penerangnya di alam kubur.
Akhlaqmu menjadi penyelamat kami di hari berbangkit.

Ketahuilah nak...
Negeri Akhirat adalah tujuanmu...
harus kau kejar sepenuh jiwa ragamu.
Sampai engkau bersama bunda dan abi... bertemu dengan Rosulullaaahh..
dan tersungkur...
menangis bersama di hadapan Beliau...
Lalu... Beliau mengajak kita... berjumpa dengan Allooh..
♡♡♡

"Yaa... Robbiii.
Kutitipkan anak ku tercinta.
Bersama deraian airmata kecintaanku kepadanya dan kepada-Mu."

*untuk anakku & bunda sholihat yang melepas anaknya di pesantren.*

Dari Bunda
Abi

source: WAG Humas Pia
















summer collection