Jangan Represif..
Lagi gaya-gayaan nih.. pakai judul bahasa tinggi…(ahh biar dibilang Intelektual tuhh.…) represif dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti , menekan, mengekang, menahan atau menindas.
Siapa yang tak ingat peristiwa Trisakti '98 atau yang turut menjadi saksi mata dari insiden penembakan mahasiswa Trisakti, (bagian dari contoh tindakan represif). Insiden ini yang kemudian memicu kerusuhan sistematis di Jakarta tahun 1998.
Saya sendiri pada bulan itu (mei 98) masih kuliah di STIE Triguna, sayapun ikut serta dalam demontrasi, karena kampus saya berada di wilayah Jakarta selatan, saya bisa memilih tempat-tempat demonstrasi ketika itu (kaya mau makan aja pakai ada pilihan segala…), lokasi demo pada saat itu, ada di gedung DPR, ada juga di semanggi (walaupun jarak tidak berjauhan), saya dan beberapa teman2 kuliah menuju lokasi DPR membawa bendera almamater, sesampainya di sana sudah ratusan masasiswa berkumpul..
Pada saat demo tersebut marinir menjadi sahabat masasiswa, kenapa bisa demikian??, karena marinir menggunakan sikap preventif, saya dengar dari beberapa teman saya yang berdemo di semanggi, mereka mendapatkan nasi bungkus, dan makan bersama dengan para bapak-bapak marinir. Ini adalah bentuk bagaimana cara mengambil hati manuasi, ada istilah, manusia dapat di kendalikan dengan hatinya, sedangkan binatang (kambiing) dapat di kendalikan dengan talinya.
Saya termasuk orang yang tidak suka dengan komplik apalagi sampai berakhir dengan baku hantam, baku pukul, atau malah saya baca dalam unjuk rasa kenaikan BBM di bulan Nopember ini, sampai ada mahasiswa yang meninggal karena baku hantam tersebut (turut berduka teman…) Unjukrasa menentang kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga bbm tetap harus dihormati sebagi hak setiap warga negara.
Ini cerita saya ketika saya punya masalah yang hampir saja terjadi tindakan represif, ketika saya bekerja sebagai marketing, ada client saya yang minta di kembalikan uangnya karena kami tidak bisa memenuhi permintaan client sebelumnya..yaa memang kesalahan kami, sehiingga harus mengembalikan uang client, namanya perusahaan ketika uang sudah masuk, susah untuk keluarnya.(butuh waktu dan prosedur), waktu 2-3 bulan yang membuat client saya mungkin naik pitam, pokoknya client ga mau tau, dia bilang kamu harus bertanggung jawab, dan sayapun mendapatkan ancaman, akan di masuk kekoran (surat pembaca), bahkan 3 hari sekali dia telepon ke saya, dan ancanan yang membuat jantung saya hampir copot, bunyi ancamanya, Mas Irvan Saya orang timur (sambil menyebut daerah tertentu, daerah JK, tebak mana ??), saya membunuh masih dianggap pahlawan oleh keluarga saya, karena membela kerhormatan keluarga, begitu bunyi ancaman yang saya terima..(gimana ga jiper tuh hatiiii.)
Sayapun ngadu dengan manager saya, mohon untuk untuk ketemu langsung dengan si client, manager saya tidak berani untuk menemu client saya, akhirnya saya beranikan diri untuk menemui client saya, sy minta alamt client saya, saya juga siap2 dengan jurus silat yg saya pelajari sewaktu SMA, jurus silat ini akan saya gunakan jika terjadi baku hantam, jurus silat tersebut adalah jurus langlah seribu (alias Lariiiii coyyy), jurus terakhir adalah saya berdo'a plus membawak 5 kilo buah-buahan..sesampai dirumaah clien saya, saya ketok pagar rumahnya, ternyata sedang ada tamu dari Perusahan air minum sedang menagih si client ini karena menunggak pembayran PAM beberpa bulan, sambil mengusir petugas PAM dengan kepalan tangan..
Jantung saya berdebar dengan irama yang tidak karuan.. Saya ucapkan salam ke bapak tersebut, saya sodorkan buah, dan sayapun di persilakan masuk.. saya mohoan maaf atas kejadian ini, saya yakin kan dia bahwah perusahaan saya akan mengembalikan uang bapak di minggu ini..mohon bersabar paa..
Akhir si bapak tersebut bisa menerima saran saya, ujung-ujung si client curhat ke saya permasalahan ekonomi dan keluarganya..
Saya hanya meyakinkan diri saya saja bahwa manusia sebenarnya bisa di kendalikan jika manusia tersebut emosinya dalam keadaan baik tidak dalam keadaan marah, dan tentunya perut dalam keadaanya kenyang, karena jika demontrasi kemarahan di lawan dengan kemarahan yang akan terjadi adalah tragedi tragedi berdarah sesama anak bangsa…(pikirrrr)
Selamat datang bulan Desember..
Maaf Tulisan aga berat Temans
01 Des 2014
Minggu, 30 November 2014
Rabu, 26 November 2014
Hidup di Dunia Maya..
Sewaktu saya kuliah dulu, ada dosen saya yang
menjelaskan tentang bisnis maya, yaa bisnis di internet, saat itu tidak seperti
sekarang, paketan untuk berlangganan di internet masih jarang, kalaupun ada
promo diawal murah kesananya gigit jari (maaf bukan untuk mengkampanyekan gigit
jari yang sekarang yaa), saya tertarik dengan bisnis yang di jelaskan oleh
dosen saya saat itu, saya sempatkan cari-cari di gramedia, saya menemukan buku
dengan judul bisnis maya laba nyata, dari
buku tersebut, saya akhirnya terjerumus dalam hutang kartu kredit yang saya
gunakan dalam bisnis afiliasi retire quickly, dengan keterbatasan bahasa
inggris yang pas-pasan (karena bisnis tsb berbahasa inggris, dan belum ada
google translat pada saat itu), kemudian dengan keterbatasan internet yang juga
pada saat itu, saya tidak bisa
menjalankan bisnis tersebut tetapi kewajiban bulanan dari bisnis retire quickly tersebut harus di
bayar dengan kartu kredit, sebenarnya bisnis tsb adalah bisnis afiliasi, dimana
jika kita bisa merekrut member kita akan mendapat komisi, karena member tidak
saya dapatkan maka tidak ada komisi untuk saya, iming-iming mendapatkan komisi
lebih, ehh malah yang ada hutang kartu kredit (ampun Mr. Ambon sang deb collector..),
nah itu pengalaman bisnis saya di dunia maya, karena saya tidak punya ilmu
tentang dunia maya saat itu. Dalam perjalanan waktu saya belajar internet
marketing, saya membeli buku google is my salesman, baru saya bisa menikmati manisnya
memanfaatkan dunia maya sebagai media bisnis /promosi.
Namun Ketika kita cermati perkembangan tekhnologi ini ternyata belum semua dari kita memanfaatkan dunia maya sebagai media promosi, sebagai media berbagi informasi, atau media yang lebih bermanfaat lainya, yang terjadi sekarang dunia maya hanya sekedar pamer status, pamer pacar (ganti pacar kaya ganti baju aja), pamer wajah (tuhkan kasiah kalau wajah pas-pasan dan seadanya jaga perasaan orang man…), atau pamer kemesraan, atau juga pamer ekpresi (mulut sudah bagus teksturnya malah di monyong-monyongin ade gue banget nih,maaf citt….) masih ada pamer-pamer yang lain, maaf kalau saya pamernya jualan (ngeles….), pamer kebaikan boleh banget, asal jangan ria “alhamdulillah habis nyumbang 1,2 juta buat istri saya”haha ini kewajiban.. dan yang terakhir adalah pamer komentar yang mengakibatkan perang komentar, perang komentar ini eranya sejak pilpres kemaren hingga sekarang, entah sampai kapan perang komentar ini berakhir, dan pamer komentar ini cikal bakal putusnya silahturahmi... ya kan bang, SEMOGA PAMER KOMENTAR SEGERA BERAKHIR….!!!!!
Nah itulah dunia maya, dia tidak nyata tapi
bisa baik hasilnya jika kita mampu memanfaatknya dengan baik, bisa buruk
hasilnya jika tidak mampu memanfaatkan dengan baik, berapa persen hidupmu di dunia maya ?? ..dunia maya ibarat si maya
sedang pegang dua sisi mata pisau, bisa baik bisa buruk penggunaakn pisau tsb … Semoga kita bisa menggunakannya dengan baik.
Tunjukan jati diri kita di
dunia maya, sebagaimana maya yang orang timur yang mempunyai budaya luhur.
Selasa, 25 November 2014
Titik Nadir..
Titik Nadir..!
(satu aja tanda serunya)
Setiap kita
pasti mengalami yang namanya titik nadir (bukan titik jenuh, titik noda atau
titik sandora), titik nadir dimana titik paling rendah, apakah dalam bisnis
atau dalam hidup, istilah ini biasa digunakan untuk menggambarkan keterpurukan
manusia dalam menghadapi permasalahan dalam hidup.
Adakah dari
teman-teman yang mengalami demikian?.., mencapai titik nadir atau istilah lain
terpuruk dalam kehidupannya, semenjak
saya menampilkan nomor kontak saya dalam web-web saya,(dalam hal ini web
management MC), sudah tidak kehitung
berapa banyak orang yang mengalami titik nadir, salah satu contoh smsnya adalah,
Pa mohon saran dan bantuanya, saya mempunyai hutang dan terlibat renternir,
saya seorang wanita sudah menikah dan mempunya suami, selama ini sudah
berbohong dengan orang-orang dengan mengatakan saya seorang janda, dengan
harapan mereka iba dengan saya dan memberikan bantuan ke saya tanpa imbalan,
saya sudah merasa berdosa pada suami dan anak-anak saya. Ada juga yang pernah
menelpon saya ingin curhat kegaulan dalam beragama, dan masih banyak lagi
kegalauan-kegalaun yang menandakan titik nadir mereka, (waduh sejak kapan saya
menerima jasa konsultasi ?? kok banyak yang sms berkeluh kesah seperti itu yaaa…??).
Ada juga Curhatan dari teman saya yang mengalami titik nadir, pernah dia teriak di tengah lapangan di hujan lebat yang penuh dengan petir, ia berteriak, " Tuhan dimana engkau ??," samber saya dengan petirmu jika engkau ada,".. untung Alloh masi sayang tuh sama dia, buktinya sekarang dia jadi pengusaha bengkel tralis...
Ada juga Curhatan dari teman saya yang mengalami titik nadir, pernah dia teriak di tengah lapangan di hujan lebat yang penuh dengan petir, ia berteriak, " Tuhan dimana engkau ??," samber saya dengan petirmu jika engkau ada,".. untung Alloh masi sayang tuh sama dia, buktinya sekarang dia jadi pengusaha bengkel tralis...
Secara saya
pernah mengalami yang namanya titik nadir, entah lebaran yang keberapa di
pernikah saya, saya ingat setelah bisnis pulsa saya terpuruk akibat banjir di
tahun 2006, saya mencoba berbisnis ayam fredchiken meniru optimisme Sabana,
ternyata belum seberuntung ayam tepung Sabana. Di lebaran tahun 2006, saya
merasa titik nadir saya dalam bisnis, saya tidak berani lebaran di rumah orang
tua lantaran masih mempunyai hutang dengan investor (Pa Haji red), karena kalau saya berlebaran saya pasti di tunjuk jadi MC sholat idul fitri, mau ga mau harus ketemu sama Pa Haji...dan saya
juga tidak punya uang untuk pulang kampung bersama dengan istri saya di Cirebon,
akhirnya saya putuskan, untuk menitipkan istri dan anak saya ke saudara yang pulang kampung, dan
saya pesan ke istri, “salam untuk keluaga di Cirebon bahwa saya berlebaran di
Kebon jeruk”, “dan saya pun bilang keorang tua saya di kebon jeruk bahwa saya
berlebaran di Cirebon”, apa yang saya lakukan di dua lebaran yang berbeda pada
saat itu, saya dagang ice fanta di depan pintu gerbang TMII dengan menggunakan
sepeda motor, (di kejar satpam bro) omset penjualan ice fanta saya hari itu, masih kalah
dengan pengamen jalanan yang ngamen di dalam TMII, dengan omset 3oorb dalam
sehari, saya dibawah omset pengamen itu....(elegi hidup saya, bukan meratap yaaa)..
Sehabis
lebaran kamipun kumpul dengan saudara besar dari istri, dan akhir saya mengakat
bendera putih kekeluaga besar istri saya,dan saya menyatakan kalah dalam perperangan bisnis saya
di pondok gede, saya akan pindah ke kebon jeruk menempati rumah kontrakan om
saya, sehabis lebaran sayapun melamar kerja sebagai marketing di perusaan pompa
terbesar di Indonesia…
Itu titik
nadir saya…
Selamat
Berjuang masih ada hari esok
Senin, 24 November 2014
Fenomena Banjir...
Musim kemarau kemaren (ya sebelum bulan Nopember tahun ini), memang cukup lama,
dampaknya adalah kekeringan berkepanjangan, bukan hanya di daerah yang notabene
membutuhkan pengairan untuk sawah meraka, saya sendiri sempat memantek air
pompa sumur saya yang baru di depan rumah, di lingkungan rumah saya, kebanyakan
para tetangga masih menggunkan sumur dengan kedalaman 14-16 meter, mereka
menyebutnya sumur gantung, karena pompa mesin air yang digantung di dalam sumur
tersebut, istri saya bertanya tentang kekeringan yang di alami sumur kami,
ternyata meraka juga mengalami, dalam sebuah warung Istri saya bertanya
kepada ibu2, ada ibu tua menjawab, “belum akan turun hujan neng, karena si Anu
baru akan selesai ngadain pesta perkawainan bulan depan”, disini emang gitu
neng pawangnya kuat tuh, timpal ibu yang lainnya.(Sebagian kecil dari sirik
yang melanda kitaaa)....
Nah... loh kalau urusan hujan urusanya
pawang hujan (bukan Pa Awang...), banjir karena curah hujan yang tinggi yang melanda
beberapa daerah kususnya kota Jakarta bisa di pindahin dong. ??? (asyik
Job buat pawang hujan dari Pemda..).
Yang pasti banjir itu ada hubungan dengan perbuatan kita
sendiri dan tentunya juga ajab dari yang kuasa, yaa tidak menjaga lingkungan,
tidak taat peraturan pemerintah (peraturan pemerintah aja tidak di taati
apalagi peraturan Tuhan (tidak melakukan perbuatan-perbuatn sirik misalnya),
Kok ajab sihh masa lupa dengan cerita nabi Nuh, bagaimana umat nabi Nuh musnah
oleh banjir besar, kecuali orang orang yang mengikuti ajaran nabi Nuh AS. (Cieee
Edisi jadi ustadz tulisan saya…)
Banyak
juga warga Jakarta yang percaya, banjir besar yang melanda Ibu Kota terjadi
dalam siklus lima tahun sekali. Entah kapan tepatnya warga Jakarta mengenal
istilah 'mitos banjir lima tahunan', yang jelas ungkapan itu kerap digunakan
sejak banjir besar melanda Ibu Kota pada 1996, 2002.. kalauu datangnya bisa di
predikiksi 5 tahunan, kenapa tidak di siapkan sebelum-sebelumnya, sepertinya
halnya para wanita yang kedatangan siklus bulanan pasti dia akan mempersiapkan
availnya (maaf menyebut merek tertentu}…
Lalu
siapakah yang menjadi korban ketika banjir melanda, sebagian besar adalah
rakyat, saya pernah juga mengalami akibat dari musibah banjir, tepatnya di
tahun 2002, sebelum berangkat kerja di
daerah kuningan, jalan di depan apartemen villa kelapa dua masih bisa saya
lalui, sesampainya di kantor hingga pukul 10, sepertinya tidak ada tanda-tanda
kantor akan di buka, akhirnya saya memutuskan pulang dengan teman-teman yang
searah, ya teman saya si agus, bertempat tinggal di daerah ciledug, tiba di
jalan depan apartemen villa kelapa dua ternyata sudah tidak bisa di lalui lagi,
hanya ada jasa gerobak dorong yang memberikan tumpangan dengan imbalan 10 ribu
rupiah, kami dua motor masih berpikir
untuk melewati jalur tersebut, akhirnya kami putuskan untuk makan di warung
padang di prapatan kelapa dua, selesai makan teman saya (agus red), membeli dua
bungkus nasi padang untuk anak dan istrinya, saya memutuskan untuk menginap di
rumah nenek saya di kampung kecil, teman saya melanjutkan dengan rencana
menumpang jasa gerobak tadi, kami berpisang di di rumah makan padang
tersebut, Keesokan harinya banjir sudah surut, dan kami masuk seperti biasa,
saya langsung menemui teman saya, si agus, saya Tanya gimana penyebrangan ente
kemaren, dia bilang arus air cukup deras, ketika di melewati jembatan, saking
derasnya, dia hanya konsentrasi memegangi motornya, tiba-tiba nasi bungkus yang
ia slipkan di stang terseret arus, sempat ia ingin menyelamatkan nasi bungkus
namun naas, secara replek tukang dorong jasa gerobakpun sigap lari mengambil
bungkusan tersebut…Yaa Alloh, terselamatklan 2 nasi bungkus tersebut tapi
dengan kondisi behamburan dan bercampur dengan air kali coklat
pekat..(terimakasih Bang ujar teman saya ke abang gerobak, tetapi tetap harus
saya buang nasi bungkus ini…)...
Cerita ini adalah sedikit dari bagian kecil penderitaan rakyat akibat banjir.
Cerita ini adalah sedikit dari bagian kecil penderitaan rakyat akibat banjir.
Dan
semoga ada kesadarain sepritual dari rakyat dan para pemimpin. haruslah
membangkitkan energi penghambaan kepada Allah dan menjauhi kemaksiyatan. Energi
untuk makin meningkatkan ibadah kepada Allah SWT dalam arti yang luas.
Merubah Karakter
Pagi itu (minggu 23 Nov) siswa public speaking saya hanya 1 yang datang..
Di awal pelajaran biasanya selalu saya kasih motivasi-motivasi dalam menggapai masa depan (semoga bisa kasih motivasi untuk 2 anak saya juga)...selesai pembelajaran.Saya mendapatkan curhatan dari orang tua murid saya, tentang perkembangan anaknya..dia bilang anaknya di rumah aktraktif, banyak omongnya tidak pemalu, lalu kenapa kalau di kelas ga ada suaranya yaa ??..(Ini namanya Jago Kandang..sekali kali main di tandang lawan mom..)
Usia si anak ini memang masih 4 th, dan sebelumnya saya belum pernah menerima siswa di bawah usia tersebut..
Yaa secara baru 2-3 kali pertemuan, di butuhkan waktu untuk merubah si anak yang pendiam ini menjadi Percaya Diri, pernah tidak kita mengantarkan anak sekolah di awal-awal anak kita masuk kelas, kita temanin dia di dalam kelas, dan tidak mungkin dalam 1-2 hari kita langsung bisa melepas anak kita belajar sendiri di kelas mereka, ini butuh proses, (masa lupa ketika kita mau menikah kaan butuh proses..setelah Syah baru bisa belah duren,butuh proses 9 bulan untuk melahirkan,masa lupa si Mom..hehehe)
Bahkan ada keponakan saya sendiri 1 tahun di temanin mamahnya atau neneknya di dalam kelasnya..
Saya sendiri termasuk karakter pendiam, tetapi karena terus belajar akhirnya saya mampu keluar dari zona pendiam tersebut.. (Apalagi kalau malam jum'at pasti saya ga bisa diam..hayuu ngelantur deh pikirannya)..
Saya pernah menanyakan karakter pendiam ini ke Bang Hilbram.. (Hostnya golden way Mario Teguh di metrotv)..diapun bilang," gue dulu pendiam, untuk merubah pendiam harus latihan..Saya ikut saran bang Hilbram ini..
Ini dalam hal merubah karakter pendiam, bagaiman dengan karakter yang lain, seperti melawan, malas, atau karakter-karakter lebih ekstrim yang dimiliki oleh sih anak, di butuhkan proses dan kesabaran...
Mungkin saja di butuhkan pembeljaran dalam kehidupan sehari-hari, saya ambil contoh, saya pernah di ingatkan oleh Ustad Subki Albuguri (sebelum dia terkenal ) dia mengisi outbound, jaman saya masih kuliah..tidak adanya kerja sama saya dalam pemecahan games yg di berikan oleh panita, dengan gaya-gaya yang santun dan kocak, sangat mengena di pikiran saya hingga sekarang, (sedikit guyonan dari peserta outboud ke ustadz Subki, ini Jojon apa ustadz sihhh lucu banget..hehehe maaf ustadz)..
Jadi jangan lupakan proses... Kadang kita melihat seseorang setelah dia sukses.. Kita tidak melihat proses jungkir baliknya seseorang ketika dia menggapai sukses tersebut, Jadi nikmati kesabaran untuk menghadapi kesuksesan, nikmati cobaan apakah itu dari Anak kita sendiri atau si luar anak kita..
Dan satu hal jangan jadikan Obsesi Orang tua sebagai ambisi pribadi.
Karena usia mereka adalah usia bermain, tetap perhatikan tahapan-tahapan perkembangannya.
Tidak perlu iri dengan keberhasilan seseorang, karena kita tidak mengetahui apa yang telah di korbankan untuk mencapai keberhasilan itu..
Sukses selalu teman
Kamis, 27 Nov 2014
Di awal pelajaran biasanya selalu saya kasih motivasi-motivasi dalam menggapai masa depan (semoga bisa kasih motivasi untuk 2 anak saya juga)...selesai pembelajaran.Saya mendapatkan curhatan dari orang tua murid saya, tentang perkembangan anaknya..dia bilang anaknya di rumah aktraktif, banyak omongnya tidak pemalu, lalu kenapa kalau di kelas ga ada suaranya yaa ??..(Ini namanya Jago Kandang..sekali kali main di tandang lawan mom..)
Usia si anak ini memang masih 4 th, dan sebelumnya saya belum pernah menerima siswa di bawah usia tersebut..
Yaa secara baru 2-3 kali pertemuan, di butuhkan waktu untuk merubah si anak yang pendiam ini menjadi Percaya Diri, pernah tidak kita mengantarkan anak sekolah di awal-awal anak kita masuk kelas, kita temanin dia di dalam kelas, dan tidak mungkin dalam 1-2 hari kita langsung bisa melepas anak kita belajar sendiri di kelas mereka, ini butuh proses, (masa lupa ketika kita mau menikah kaan butuh proses..setelah Syah baru bisa belah duren,butuh proses 9 bulan untuk melahirkan,masa lupa si Mom..hehehe)
Bahkan ada keponakan saya sendiri 1 tahun di temanin mamahnya atau neneknya di dalam kelasnya..
Saya sendiri termasuk karakter pendiam, tetapi karena terus belajar akhirnya saya mampu keluar dari zona pendiam tersebut.. (Apalagi kalau malam jum'at pasti saya ga bisa diam..hayuu ngelantur deh pikirannya)..
Saya pernah menanyakan karakter pendiam ini ke Bang Hilbram.. (Hostnya golden way Mario Teguh di metrotv)..diapun bilang," gue dulu pendiam, untuk merubah pendiam harus latihan..Saya ikut saran bang Hilbram ini..
Ini dalam hal merubah karakter pendiam, bagaiman dengan karakter yang lain, seperti melawan, malas, atau karakter-karakter lebih ekstrim yang dimiliki oleh sih anak, di butuhkan proses dan kesabaran...
Mungkin saja di butuhkan pembeljaran dalam kehidupan sehari-hari, saya ambil contoh, saya pernah di ingatkan oleh Ustad Subki Albuguri (sebelum dia terkenal ) dia mengisi outbound, jaman saya masih kuliah..tidak adanya kerja sama saya dalam pemecahan games yg di berikan oleh panita, dengan gaya-gaya yang santun dan kocak, sangat mengena di pikiran saya hingga sekarang, (sedikit guyonan dari peserta outboud ke ustadz Subki, ini Jojon apa ustadz sihhh lucu banget..hehehe maaf ustadz)..
Jadi jangan lupakan proses... Kadang kita melihat seseorang setelah dia sukses.. Kita tidak melihat proses jungkir baliknya seseorang ketika dia menggapai sukses tersebut, Jadi nikmati kesabaran untuk menghadapi kesuksesan, nikmati cobaan apakah itu dari Anak kita sendiri atau si luar anak kita..
Dan satu hal jangan jadikan Obsesi Orang tua sebagai ambisi pribadi.
Karena usia mereka adalah usia bermain, tetap perhatikan tahapan-tahapan perkembangannya.
Tidak perlu iri dengan keberhasilan seseorang, karena kita tidak mengetahui apa yang telah di korbankan untuk mencapai keberhasilan itu..
Sukses selalu teman
Kamis, 27 Nov 2014
Minggu, 23 November 2014
Buku itu mempengaruhi saya !!!
Buku itu mempengaruhi saya !!!
Mungkin tidak semua teman-teman, mengenal baik tentang saya, sedekit kisah tentang saya dan cita-cita saya, saat ini saya masih dalam merintis usaha kelas pendidikan sekala kecil di daerah Radio dalam (yaa mimpinya sih pengen punya cabang di berbagai tempat amiiin ya Alloh)., sejak saya terkena PHK dari salah satu Bank Swasta, tepatnya 1998, sejak itu saya tidak pernah bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama, paling lama hanya 2 tahun (biasanya di tahun ke tiga sudah seperti cacing dia atas penggorengan, kepingin cepat-cepat keluar dari penggorengan tersebut), hanya pengandaian bukan menyamakan diri dengan cacing hehehe...
Yang ada dalam pikiran saya adalah pengen jadi pengusaha, cieee tinggi amat cita-cita, kata teman saya gantungkan cita-cita mu setinggi bintang di langit, kalau jatuh paling ga diatas awan, begitu kata teman saya, teman saya enak bisa ngomong kaya gitu bapak Pejabat RT, Warisan kontrakkanya 100 Pintu (adem tuh otak hahaha..)
Dalam beberapa artikel saya yang lalu saya pernah menulis tentang beberapa bisnis yang pernah saya kerjakan.
Suatu hari saya mampir ke kios teman saya di daerah Benhill, teman saya ini adalah pejuang kehidupan yaa usianya sebaya dengan saya, dia teman ketika sama-sama menjadi seorang marketing di perusaan pompa terbesar di Indonesia, dalam perjumpaan dengan teman saya tersebut, dia bertanya ke saya bisnis apa yang sedang saya lakukan, saya bilang saya baru saja berhenti dari Sekolahnya Mas Helmy..(artis red..). dan kepingin bisnis ayam lagi, dia menyodorkan sebuah buku yang berjudul 7 keajaiban rezeki-nya Bang Iphho.
Sebelum saya membeli buku tersebut, teman saya ini bercerita, bahwa buku tersebut juga dia dapatkan dari abang kandungnya, si abang ini sudah lama menerapkan bagaimana dia (si abang red), harus berbagi dengan 2 bidadari dalam kisah buku tersebut, dua bidadari yang di maksud dalam buku itu adalah, Ibu dan Istri, dan si abang di berikan kelebihan harta, dia punya 2 rumah, plus dua kendaraan mobil, teman saya tidak bercerita apa bisnis yang dilakukan sama si abang ini, teman saya bilang tidak seperti gue broo setiap emak gue datang kerumah..gue selalu minta “Maak ada duit mak.. mulut asem nih mau beli rokok” (bukanya ngasih nyokap gue … eh malah minta… koplakkan gue…),
dan saya juga pernah membaca bagaimana kisahnya Ustadz Maulana bagaimana dia berbagi rezeki kepada ke dua orang bidadarinya, sehingga dia angkat derajat dan rezekinya seperti sekarang ini.
Sayapun membeli buku tersebut, dan semenjak itu saya menerapkan isi, dalam buku tersebut, dan Alhamdulillah ada kemudahan-kemudahan dalam saya menjalankan bisnis saya, tidak seperti sebelum-sebelumnya, pernah antara saya dan istri saya gara-gara uang 50 ribu ajaa bisa terjadi perang barata yuda… (tapi ga sempat lempar-lempar piring broo, malu saya jadinya..), mau tau kisah aslinya saksikan di episode berikutnya, bercanda broo.. dan semoga prolema hidup saya yang perang-perangan itu tidak di tiru yaaa.. (maaf bunda..)
Itulah mengapa salah satu pintu rezeki yang memudahkan rezeki kita mengalir lancar adalah doa atau restu orang tuaterutama ibu, dan betapa pentingnya kita menyatukan/menyelaraskan mimpi dengan orang tua. Terima kasih mom’s atas do’anya
Tq To Lana sekarang dia lebih religi dari saya.. (dari ga pernah sholat sekarang sudah wuruj 40 hari berda'wah yang tau Jama'ah Tabliq tau istilah wuruj).
Selamat berjuang Teman Seperjuangan
Semoga Rezekinya akhir tahun ini tembus 2 Milyar
Ga usah like karena ini buka cerita porno
atau Gambar seksi......
Mungkin tidak semua teman-teman, mengenal baik tentang saya, sedekit kisah tentang saya dan cita-cita saya, saat ini saya masih dalam merintis usaha kelas pendidikan sekala kecil di daerah Radio dalam (yaa mimpinya sih pengen punya cabang di berbagai tempat amiiin ya Alloh)., sejak saya terkena PHK dari salah satu Bank Swasta, tepatnya 1998, sejak itu saya tidak pernah bekerja dalam jangka waktu yang cukup lama, paling lama hanya 2 tahun (biasanya di tahun ke tiga sudah seperti cacing dia atas penggorengan, kepingin cepat-cepat keluar dari penggorengan tersebut), hanya pengandaian bukan menyamakan diri dengan cacing hehehe...
Yang ada dalam pikiran saya adalah pengen jadi pengusaha, cieee tinggi amat cita-cita, kata teman saya gantungkan cita-cita mu setinggi bintang di langit, kalau jatuh paling ga diatas awan, begitu kata teman saya, teman saya enak bisa ngomong kaya gitu bapak Pejabat RT, Warisan kontrakkanya 100 Pintu (adem tuh otak hahaha..)
Dalam beberapa artikel saya yang lalu saya pernah menulis tentang beberapa bisnis yang pernah saya kerjakan.
Suatu hari saya mampir ke kios teman saya di daerah Benhill, teman saya ini adalah pejuang kehidupan yaa usianya sebaya dengan saya, dia teman ketika sama-sama menjadi seorang marketing di perusaan pompa terbesar di Indonesia, dalam perjumpaan dengan teman saya tersebut, dia bertanya ke saya bisnis apa yang sedang saya lakukan, saya bilang saya baru saja berhenti dari Sekolahnya Mas Helmy..(artis red..). dan kepingin bisnis ayam lagi, dia menyodorkan sebuah buku yang berjudul 7 keajaiban rezeki-nya Bang Iphho.
Sebelum saya membeli buku tersebut, teman saya ini bercerita, bahwa buku tersebut juga dia dapatkan dari abang kandungnya, si abang ini sudah lama menerapkan bagaimana dia (si abang red), harus berbagi dengan 2 bidadari dalam kisah buku tersebut, dua bidadari yang di maksud dalam buku itu adalah, Ibu dan Istri, dan si abang di berikan kelebihan harta, dia punya 2 rumah, plus dua kendaraan mobil, teman saya tidak bercerita apa bisnis yang dilakukan sama si abang ini, teman saya bilang tidak seperti gue broo setiap emak gue datang kerumah..gue selalu minta “Maak ada duit mak.. mulut asem nih mau beli rokok” (bukanya ngasih nyokap gue … eh malah minta… koplakkan gue…),
dan saya juga pernah membaca bagaimana kisahnya Ustadz Maulana bagaimana dia berbagi rezeki kepada ke dua orang bidadarinya, sehingga dia angkat derajat dan rezekinya seperti sekarang ini.
Sayapun membeli buku tersebut, dan semenjak itu saya menerapkan isi, dalam buku tersebut, dan Alhamdulillah ada kemudahan-kemudahan dalam saya menjalankan bisnis saya, tidak seperti sebelum-sebelumnya, pernah antara saya dan istri saya gara-gara uang 50 ribu ajaa bisa terjadi perang barata yuda… (tapi ga sempat lempar-lempar piring broo, malu saya jadinya..), mau tau kisah aslinya saksikan di episode berikutnya, bercanda broo.. dan semoga prolema hidup saya yang perang-perangan itu tidak di tiru yaaa.. (maaf bunda..)
Itulah mengapa salah satu pintu rezeki yang memudahkan rezeki kita mengalir lancar adalah doa atau restu orang tuaterutama ibu, dan betapa pentingnya kita menyatukan/menyelaraskan mimpi dengan orang tua. Terima kasih mom’s atas do’anya
Tq To Lana sekarang dia lebih religi dari saya.. (dari ga pernah sholat sekarang sudah wuruj 40 hari berda'wah yang tau Jama'ah Tabliq tau istilah wuruj).
Selamat berjuang Teman Seperjuangan
Semoga Rezekinya akhir tahun ini tembus 2 Milyar
Ga usah like karena ini buka cerita porno
atau Gambar seksi......
Buruk Sangka Ohhh Tidakk !!!
Apa yang ada dipikiran kalian ketika melihat orang hitam atau orang negro ??? (maaf buka rasialis….)
Saya punya cerita sendiri dan punya pikiran yang aneh-aneh terhadap orang hitam ini, Kejadian ini saya alami ketika saya baru saja keluar dari warnet, selesai ngeprin, saya menyakalan motor saya, berbarengan dengan itu keluar seorang negro, si negro ini ingin menumpang dengan saya, karena dia tanya arahnya sama dengan saya, si negropun saya bonjeng di belakang (yaaa iyalah masa bonceng di depan sihhh hehehe), dalam perjalan yang tidak begitu jauh, saya sempat bertanya 'how long to stay in Indonesia (dengan bahasa inggris pas-pasan mencoba mengsakrabkan diri).., saya juga bertanya tentang bisnisnya di indonesia (sambil punya pikiran negatif ke orang hitam ini jangan2 bandar narkoba orang ini), sesampainya di tujuan dekat apartemen Villa kelapa dua dekat rumah, si negro inipun izin turun, tiba-tiba saya meraba kantong belakang saya,waduh dompet saya !! (ko rata kantong belakang saya, pikir saya dalam hati) saya replek menarik tangan si negro sambil, bertanya where is my walet,(dompet saya mana ?? dompet saya)..saya sempat memerika kantong depannya, si negro itupun terheran-heran sambil berkata what..what dan mengangkat kedua tangannya...
Dan si negro masuk ke dalam pagar apartemen,
karena saya tidak menemukan apa yang saya cari.. sambil dia mengumpat are you crazy ??
Setelah saya cari 2-3 menit ternyata..
Saya lupa kalau dompet saya, saya simpan di dalam tas.. Ya Ampun..Saya merasa sangat malu! saya sadar telah keliru
Orang hitam tadi telah saya marahi dan saya zolimi dia...
Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaian saya.. Saya juga tidak sempat untuk meminta maaf, itu akibat buruk sangka mann
Kisah buruk sangka ini juga pernah saya dapatkan dari teman saya Ustadz Solmed, pernah sang ustadz bercerita ke saya,ketika dia sedang ceramah, dia menceritakan seorang bapak tua yang berada di depan panggung tempat sang ustadz berceramah, ga ada senyum sama sekali, saya kasih cerita lucu dia ga senyum, padahal yang lain tertawa semua, saya pancing dengan pertanyaan diapun ga terpancing, dalam hati saya, “kata si Ustadz ga seneng apa dengan ceramah saya”.(pikir ustadz dalam hatinya).
Selesai Sang ustad ceramah si bapak ini menghampiri Ustadz kemudia memeluk sang Ustadz sambil menyapa Terimakasih banyak Ustadz, sdh mampir ke kampung saya, Ustadz pun langsung Istigfar, Yaa Alloh saya sdh berburuk sangka dengan bapak ini.
Nah dalam Kelas Public Speaking salah satu Trainer saya juga, pernah menyampaikan jika sedang ngemc, atau pidato, cari orang / audience yang tersenyum ke kita, karena takut kejadian-kejadian seperti Ustadz Solmed, seperti saya terbawa di atas panggung (bahayaa kan kalau kita curiga sambil ngemci atau pidato…)
Dari kisah moril ini :..
Jangan habiskan waktu kita hanya dengan mengomentari dan menilai perilaku seseorang.. Apalagi ngomentari sampai ke hati…
Salam Sukses Teman..
Semoga Rezeki Kalian Bartambah 2 Milyar Perbulan
Saya punya cerita sendiri dan punya pikiran yang aneh-aneh terhadap orang hitam ini, Kejadian ini saya alami ketika saya baru saja keluar dari warnet, selesai ngeprin, saya menyakalan motor saya, berbarengan dengan itu keluar seorang negro, si negro ini ingin menumpang dengan saya, karena dia tanya arahnya sama dengan saya, si negropun saya bonjeng di belakang (yaaa iyalah masa bonceng di depan sihhh hehehe), dalam perjalan yang tidak begitu jauh, saya sempat bertanya 'how long to stay in Indonesia (dengan bahasa inggris pas-pasan mencoba mengsakrabkan diri).., saya juga bertanya tentang bisnisnya di indonesia (sambil punya pikiran negatif ke orang hitam ini jangan2 bandar narkoba orang ini), sesampainya di tujuan dekat apartemen Villa kelapa dua dekat rumah, si negro inipun izin turun, tiba-tiba saya meraba kantong belakang saya,waduh dompet saya !! (ko rata kantong belakang saya, pikir saya dalam hati) saya replek menarik tangan si negro sambil, bertanya where is my walet,(dompet saya mana ?? dompet saya)..saya sempat memerika kantong depannya, si negro itupun terheran-heran sambil berkata what..what dan mengangkat kedua tangannya...
Dan si negro masuk ke dalam pagar apartemen,
karena saya tidak menemukan apa yang saya cari.. sambil dia mengumpat are you crazy ??
Setelah saya cari 2-3 menit ternyata..
Saya lupa kalau dompet saya, saya simpan di dalam tas.. Ya Ampun..Saya merasa sangat malu! saya sadar telah keliru
Orang hitam tadi telah saya marahi dan saya zolimi dia...
Dan kini tidak ada lagi kesempatan untuk menerangkan kelalaian saya.. Saya juga tidak sempat untuk meminta maaf, itu akibat buruk sangka mann
Kisah buruk sangka ini juga pernah saya dapatkan dari teman saya Ustadz Solmed, pernah sang ustadz bercerita ke saya,ketika dia sedang ceramah, dia menceritakan seorang bapak tua yang berada di depan panggung tempat sang ustadz berceramah, ga ada senyum sama sekali, saya kasih cerita lucu dia ga senyum, padahal yang lain tertawa semua, saya pancing dengan pertanyaan diapun ga terpancing, dalam hati saya, “kata si Ustadz ga seneng apa dengan ceramah saya”.(pikir ustadz dalam hatinya).
Selesai Sang ustad ceramah si bapak ini menghampiri Ustadz kemudia memeluk sang Ustadz sambil menyapa Terimakasih banyak Ustadz, sdh mampir ke kampung saya, Ustadz pun langsung Istigfar, Yaa Alloh saya sdh berburuk sangka dengan bapak ini.
Nah dalam Kelas Public Speaking salah satu Trainer saya juga, pernah menyampaikan jika sedang ngemc, atau pidato, cari orang / audience yang tersenyum ke kita, karena takut kejadian-kejadian seperti Ustadz Solmed, seperti saya terbawa di atas panggung (bahayaa kan kalau kita curiga sambil ngemci atau pidato…)
Dari kisah moril ini :..
Jangan habiskan waktu kita hanya dengan mengomentari dan menilai perilaku seseorang.. Apalagi ngomentari sampai ke hati…
Salam Sukses Teman..
Semoga Rezeki Kalian Bartambah 2 Milyar Perbulan
Langganan:
Postingan (Atom)