Selasa, 10 Oktober 2017

Berkeluh kesah, Duh Rezeki !



Berkeluh kesah tentang rezeki, sudah sifat karakternya manusia, selalu saja berkeluh kesah, hutang numpuk (kalah cucian), kontrakan belum bayar, anak sakit, suami minta nikah lagi, lah coba itu (dukung ustadz Arifin), dan lain-lain, namun kita terkadang salah langkah dalam berkeluh kesah, seharusnya berkeluh kesah sama sang pencipta, atau orang alim,  namun kita melampiaskan keluh kesah pada orang yang tidak tepat, sama dukun, sama paranormal, sama mantan yang ujung-ujungnya bukan solusi yang di dapat malah problem baru, lebih baik adukan saja keluh kesah kepada Sang Khalik, memang butuh waktu, karena memang tugas kita disuruh mengadu dalam doa..tunggu proses, loadingnya ada yang cepat, ada yang lambat, kita percayakan saya dengan rencana Allah..

Kembali ke masalah rezeki, rezeki sudah di atur, tinggal kita berikhtiar lebih keras, kata Aa Gym sempurnakan ikhtiar agar kita mendapatkan rezeki lebih baik, ya memang di haruskan ! kalau hanya sekedar makan, cukup dengan teriak di pinggir jalan "teh teh.. kasihan teh" pasti dapat, hanya untuk sekedar makan! jika ingin lebih banyak lagi, teriaknya ganti "di jual.. di jual ..sepuluh ribu dapat tiga, beli satu dapat dua", atau teriaknya "di jual rumah sisah dua unit, bisa cicil tanpa KPR" pasti hasilnya bisa buat hidup tiga bulan.

Dalam sebuah seminar SEFT yang saya ikuti tahun lalu, ada konsep rezeki yang di terapkan dalam seminar tersebut, yaitu, awali doa baru bekerja, awali sedekah baru berharap, kita sebaliknya, setelah rezeki mampet bin seret baru kita berdoa, setelah proyek gol baru mau sedekah, " kalau proyek gol, gue akan sumbang sepuluh persen buat yatim" ehh proyeknya ga gol, ga jadi deh nyumbangnya,

Hidup memang tidak semudah tulisan ini bro, ehmm.. bisa benar, bisa juga tidak ! tinggal bagaimana kita menyikapi tulisan ini hehehe, kalau kata ustadz bersabar setiap kali kita ditimpa kesulitan. “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar, (QS. Al-Baqarah: 155).


Rabu, 04 Oktober 2017

Kita sama-sama berjuang nak !



Obrolan ringan dengan anakku "Bi, teman abang cuma pingin satu tahun di pasantren" loh kenapa ? Saya pun bertanya, "biaya tahunan di pesantren cukup mahal, ayahnya ga mampu untuk melanjutkan, abi ga usah jual mobil ya, biar abang aja yang mundur dari pesantren" loh kok malah ngelantur tentang keinginan untuk ikut jejak temannya.
Pasti bukan itu alasanya, saya pun bertanya kembali, kenapa kamu pengin mundur ? " abang takut ga mampu, menghafal sampai target 30 juz", semampu kamu bang, berapa pun hasil hafalan kamu, abi ikhlas dan ridho, abi jugakan lagi menghafal juz 30.



Waktu abi SD, ada guru abi mengajar pelajaran nahu sharof, anak-anak di suruh menghafal huwa huma hum, guru itu berpesan teruslah belajar dan menghafal, ibarat batu di teteskan air terus menerus, lama lama batu tersebut akan hancur, begitu juga ketika menghafal terus dan terus, menghafal di waktu kecil ibarat melukis di atas batu, menghafal sewaktu dewasa ibarat melukis di atas air, begitu pesan guru abi, terus sampai kapan  belajarnya ?, sampai ruh ini terpisah dari jasadnya.

Jangan khawatir nak, abi dan bunda sama-sama berjuang, walaupun kita bukan orang kaya, tapi insyaallah di mudahkan, buktinya bulan juli dan agustus kemaren, ketika harus melunasi biaya pesantren dan pelunasan kredit  mobil (ikhtiar kepingin insyaf dari riba), semua Allah permudah.

Abi, bunda juga berjuang untuk menghafal quran, kamu hafal 1 juz, abi hafal setengahnya, kamu hafal 30 juz, abi hafal 15 juz, bentuk motivasi ke anak saya, abi akan terus berdoa, walaupun abi butuh waktu lebih lama untuk menghafal juz 30, abi akan tetap melaporkan perkembangan abi ke kamu, ketika kamu pulang, abi tidak bertannya berapa jumlah hafalanmu, tetapi abi yang melaporkan jumlah hafalan abi ke kamu, "bang abi sekarang sudah sampai at takwir, " anak sayapun menjawab abang sudah mau ke juz 1 bi" wah hebat bang, abi hafalin at takwir satu bulan setengah baru hafal, kamu sudah mau juz 1.

Bagi abi ketika kamu mau di sekolahkan di Pondok, itu adalah anugrah bagi abi dan bunda.
Doa tak henti, perjuangan tanpa akhir untuk anakku yang sedang berjuang menghafal quran

Sawangan, 5 oktober 2017
By irvan gading 





Kamis, 24 Agustus 2017

Ikhtiar rezeki dari blog.


Oktober tahun lalu istri saya minta di buatin blog, sebelumnya pernah saya buatkan, tapi istri belum serius saat itu, sampai blog yang saya buat lupa passwordnya, namun untuk kali ini dia pengen serius berprofesi sebagai bloger katanya, hitung-hitung menyalurkan bakat menulis dan  punya penghasilan tambahan, saya buatkanlah blog dengan namanya, cintya bela dot com, cakep banget tuh blog, sejak itu mulai lah profesi istri saya menjadi emak-emak bloger, emak-emak yang tidak melupakan kondratnya  sebagai ibu RT alias ibu rumah tangga.

Ternyata mengasyikan juga menjadi seorang bloger, saya pernah di hubungi sebuah agency, meminta beberapa artis dan bloger untuk meliput sebuah kawasan wisata di propinsi Jepang, tapi sayang para artis yang saya hubungi tidak mau menerima tawaran dari agency, uang sakunya kurang menggiurkan kata si artis.
Istri saya dalam 1 minggu bisa 3 kali memenuhi undang client untuk menulis, apakah itu menulis program CSR perusahaan, lauching produk baru, undangan event pemerintahan, saya sendiri pernah di daftarkan oleh istri untuk ikut event pemerintahan, bayaran  lumayan buat  beli pulsa, saya juga ngeblog, tapi blog saya isinya curahan hati, kalau blog istri saya ada hasilnya,  mau tau berapa penghasilan seorang bloger ? Untuk 1 kali menulis istri saya dapat jasa minimal 300 ribu, namun tergantung dari client nya, ada yang membayar jasa tulisan dengan produk, voucher belanja atau voucher menginap di sebuah hotel, di samping dapat penghasilan mereka bisa berjalan-jalan keluar kota.

Dari cerita istri saya, ternyata ada sepasang suami istri yang menjadikan Profesi bloger sebagai kerjaan utama, hmm boleh juga tuh untuk para kepala keluarga yang menganggur coba deh berprofesi sebagai bloger, siapa tau bisa diangkat sama pihak istana jadi bloger istana.
Profesi bloger bisa menjadi alternative penghasilan tambahan keluarga.

Inspirasi Irvan Gading
Sawangan 25 Agustus 2017

Sabtu, 12 Agustus 2017

Hati hati jebakan batman

gambar dari internet


Ya ampun kejebak lagi saya, dulu pernah kejabak sama sales kartu kredit, sales kartu kredit menelpone saya, menawarakan iming-iming tidak ada uang iuran tahunan, dan segala macam fasilitas lainnya, awalnya saya menolak, buat jaga-jaga, boleh juga deh, pikir saya saat itu, saya  menerima tawaran tersebut,  setelah petugas datang meminta tanda tangan, besok sang sales menelepone kembali, menanyakan nama ibu kandung, nama istri, nama kakak kandung, beberapa hari kemudian saya menerima kartu kredit platinum berjumlah 8 kartu kredit, atas nama saya, istri, ibu kandung dan kakak saya, limit kredit 50 juta, satu bulan kemudian saya terima tagihan dari kartu kredit berjumlah 800 ribu rupiah, tagihan itu berasal dari iuran tahunan ke 8 kartu kredit tersebut, langsung saya saya telephone call center, dan saya nyatakan tutup, petugas call center menjawab, bapak harus kekantor untuk menutup aplikasi kartu kredit, saya bilang pokok saya di tipu sama sales ibu, saya tidak mau datang ke kantor dan saya tidak akan bayar cicilan iuran tersebut titik, bulan berikut masih ada tagihan tetapi berkurang menjadi dua ratus ribu, saya telephone call center dan saya bilang tutup.

Jebakan batman yang kedua, saya di telepone salah satu operator seluler, menawarakan paket freedom hemat, si sales menawarkan paket menelepone, berinternet murah, hanya 199 ribu, sudah termasuk telepone dan internetan, sok jual mahal saya bilang, saya mau yang termurah, bisa ada yang termurah 59 ribu, tapi bapak harus terima penawaran 199 ribu, setelah satu bulan, bapak telepone kembali untuk merubah ke paket 59 ribu, banyak kok pelanggan yang seperti bapak, yang berubah dari 199 ribu ke paket 59, begitu jawaban sang sales, saya setuju dengan penawaran tersebut, satu bulan kemudian tagihan saya 340 ribu, saya telepone operator untuk merubah paket ke 59, saya bilang sales menawarkan katanya langsung bisa di ganti paket 199nya setelah satu bulan, jawaban operator, sales tersebut salah menjelaskan, dan bapak tidak bisa merubah ke paket 59 ribu, kecuali bapak datang ke gerai, atau bisa di rubah ke paket 149, namun harus di rubah dulu, ke paket abodemen, dan akhirnya saya pasrah, saat itu juga nomor tersebut saya gunakan untuk menerima panggilan saja, ujung-ujung nomor tersebut bisa mati selamanya dehh.. 

Kelebihan perusahan tersebut adalah, perusahaan menggunakan sales wanita, untuk merayu kaum laki lemah seperti saya, iming-iming kemudahan, iming-iming hemat dan sebagainya, mulai saat ini katakan TIDAK pada semua janji-janji manis sang Sales, hati-hati teman, jangan sampai terjebak seperti saya, di balik penawaran manis, ada dompet yang terkuras.

Sawangan, 13 Agustus 2017

Jumat, 11 Agustus 2017

Kalah ulet aye..!



Yang betawi jangan ngambek yee, ame tulisan aye, tulisan ini berdasarkan pegalaman aye selama bergaul dengan orang jawa, sunda dan suku lainya, kali ini aye bahas yang jawa aje, keluarga aye terkadang kebangetan ketika ribut sama orang jawa, pasti keluar tuh istilah jawiiirrr, eth dah, ga ada hubungan dengan ejekan jawir, ame tulisan ini, maaf teman, kita satu nusa, satu bangsa, satu bahasa, Indonesia.

Secara keturunan Aye (saya) berdarah asli Betawi, nyokap Kebayoran, dan babeh Srengseng, selepas lulus SMA saya sempat kerja di proyek, tempat kakak saya bekerja, kontraktor PT Telkom, saat itu ijasah SMA saya tidak berlaku, saya di bawa langsung, namanya kerja kuli, yang di butuhkan cuma otot, saya masuk kerja berbarengan dengan saudara saya, namun saudara saya hanya mampu bertahan dua hari, tidak kuat dengan angkut-angkut, saya tetap berlanjut hingga 2 tahun, 2 tahun sempat naik jadi Admin proyek, prestasi anak betawi, baru admin proyek aja bangga hehehe, tapi hampir kebanyak orang jawa dia mampu bertahan lebih dari 5 tahun, sampai posisinya naik, jadi supervisor, waspang (pengawas lapangan), pemimpin proyek, dan ada yang bikin proyek sendiri, itulah pertahanan orang jawa.

Begitu juga ketika saya berdagang, di Srengseng ada pedagang ayam keliling, namanya Joko, saya kenal dengan joko ketika sama-sama beli ayam di pemotongan, si joko sampai saat ini masih berjualan ayam, namun hasil dari jualan ayam, dia mampu membeli rumah seluas 100 meter di ciputat, Joko pernah bercerita ke saya, setiap tahun uang hasil dagangnya dia belikan kerbau di kampung, begitu setiap tahun, dari investasi kerbau tersebut ia kumpulkan, di jual dan hasilnya adalah rumah di daerah ciputat, butuh waktu 5 sampai 10 tahun, jika di bandingan dengan saya, 10 tahun belum tentu bisa beli rumah. Di sawangan ada  ibu pemilik warteg yang punya tiga kios, yang dua ia kontrakan, satu di gunakan untuk buka RM warteg, lagi-lagi pemilik warteg ini merintis usaha lebih dari 20 tahun, tuh kan uletnya, dia usaha sampai sekian lama !

Orang betawi, katanya punya daya saingnya kurang alias males, Orang betawi, katanya juga egonya tinggi alias ambegan atau bisa juga gengsian. Lagi-lagi bisa dibilang bener juga. Kalo kata KH Zainudin MZ rohimahullah “orang betawi itu kalo udah ngambeg kayak tronton mogok, sekampung orang gak ada yang bisa dorong”,  waktu saya kerja di asuransi, bos saya marah-marah ke saya, tidak bisa menjaga anak buah, tidak bisa jualan, ehh si bos malah ngeledek,  dia bilang orang betawi katanya tukang kawin, tapi eyang subur dari jawa juga tukang kawin, berarti kalau tukang kawin tidak berlaku orang betawi doang ? ketika saya sering di marahin gengsi saya muncul, hampir-hampir saya mau jungkir balikin tuh meja si bos,  itu jeleknya sifat anak betawi, gengsian, ego, seiring waktu mau ngga mau  mesti kita singkirkan sifat males dan ego saya.

Sekedar tulisan ringan, ada baiknya saya belajar dengan si JOKO dan si ibu warteg tadi, tapi walau bagaimanapun, saya cinta dengan suku saya betawi, karena betawi cinta tanah air buktinya jarang anak betawi yang bertahan di negeri rantau, karena memang anak betawi cinta tanah.

Inspirasi Sore
Sawangan, 11 Agustus 2017

summer collection