Berkeluh kesah tentang rezeki, sudah
sifat karakternya manusia, selalu saja berkeluh kesah, hutang numpuk (kalah
cucian), kontrakan belum bayar, anak sakit, suami minta nikah lagi, lah coba
itu (dukung ustadz Arifin), dan lain-lain, namun kita terkadang salah langkah
dalam berkeluh kesah, seharusnya berkeluh kesah sama sang pencipta, atau orang alim, namun kita
melampiaskan keluh kesah pada orang yang tidak tepat, sama dukun, sama
paranormal, sama mantan yang ujung-ujungnya bukan solusi yang di dapat malah
problem baru, lebih baik adukan saja keluh kesah kepada Sang Khalik, memang
butuh waktu, karena memang tugas kita disuruh mengadu dalam doa..tunggu proses, loadingnya ada yang cepat, ada yang lambat, kita percayakan saya dengan rencana
Allah..
Kembali ke masalah rezeki, rezeki
sudah di atur, tinggal kita berikhtiar lebih keras, kata Aa Gym sempurnakan
ikhtiar agar kita mendapatkan rezeki lebih baik, ya memang di haruskan ! kalau
hanya sekedar makan, cukup dengan teriak di pinggir jalan "teh teh..
kasihan teh" pasti dapat, hanya untuk sekedar makan! jika ingin lebih
banyak lagi, teriaknya ganti "di jual.. di jual ..sepuluh ribu dapat tiga,
beli satu dapat dua", atau teriaknya "di jual rumah sisah dua unit, bisa
cicil tanpa KPR" pasti hasilnya bisa buat hidup tiga bulan.
Dalam sebuah seminar SEFT yang saya
ikuti tahun lalu, ada konsep rezeki yang di terapkan dalam seminar tersebut,
yaitu, awali doa baru bekerja, awali sedekah baru berharap, kita sebaliknya,
setelah rezeki mampet bin seret baru kita berdoa, setelah proyek gol baru mau
sedekah, " kalau proyek gol, gue akan sumbang sepuluh persen buat
yatim" ehh proyeknya ga gol, ga jadi deh nyumbangnya,
Hidup memang tidak semudah tulisan
ini bro, ehmm.. bisa benar, bisa juga tidak ! tinggal bagaimana kita menyikapi tulisan ini hehehe, kalau kata ustadz bersabar setiap kali kita ditimpa kesulitan.
“Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan,
kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada
orang-orang yang sabar, (QS. Al-Baqarah: 155).











