Minggu, 16 Agustus 2015

Dirgahayu Negeriku



Hasil gambar untuk panjat pinang

Sudah 70 tahun, kita merayakan hari jadi NKRI, saya tidak menyebut HUT Kemerdekaan RI, karena pada hakekatnya yang merdeka itu orang-orang kaya, para pejabat kaya, yaa para orang kaya dan pejabat kaya yang punya uang bisa membeli apa saja yang dia mau, bukan hanya sekedar membeli  tas merek Helmes,  membangun  villa mega di puncak, bahkan hukum pun bisa mereka beli di negeri ini.

Jadi Para pejabatlah yang layak merayakan HUT Kemerdekaan RI ke 70, sedangkan rakyat kecil cukup merayakan HUT hari JADI NKRI, Rakyat cukup tiup lilin aja, cukup lomba makan kerupuk, cukup bersusah payah panjat pinang..
Para pejabat dan orang kaya, cukup duduk manis menertawakan rakyat yang berjuang menggapai ujung pohon pinang, yang berjuang menarik tambang kehidupan.

Selamat untuk para pejabat, semoga  kita bisa merayakan HUT KEMERDEKAAN secara bersama-sama..
Entah kapan...?
Dirgahyu Negeriku 
Dirgahayu Bangsaku
Dirgahayu NKRIku



Kamis, 06 Agustus 2015

Assobru..



Assobru Assobru, tahukan artinya yaa artinya bersabar ! Kata ini yang selalu kelur dari mulut teman saya, ketika rapat bulanan di tempat saya bekerja dulu. Dari sekian banyak teman saya, yang menjadi unit manager di perusahaan tersebut, dia termasuk yang sukses sekarang, parameter suksesnya dia sekarang adalah pimpinan cabang di perusahaan tersebut.
Padahal pemimpin saya kalau lagi menanyakan penjualan diakhir bulan, kata-katanya menusuk jantung, menghujam hati, membuat para unit manager enggan untuk datang pada meeting bulanan kantor cabang, saya termasuk orang yang penjualannya biasa biasa aja, pernah juga sih masuk tiga besar, yaa namanya penjualan kadang naik, kadang turun, nah ketika penjualan saya turun, habis saya di cecar dengan pertanyan pertanyan menyudutkan, dan hal ini berulang- ulang setiap bulannya, pernah saya bilang bahwa saya ini mitra yang tidak di gaji, kenapa kami di perlakukan seperti terdakwa, ini lembaga keuangan atau lembaga hukum sihh..

Para pemimpin rayon pun membela sang bos yang dengan nada yang sama.
Artinya mereka secara berjamaah menyerang anak buahnya yang penjualannya anlok,
Saya termasuk tipe orang yang tidak bisa bekerja dalam sebuah tekanan, hasilnya yaa hanya bertahan dua tahun di perusahaan tersebut, lain  hal dengan teman saya yang begitu sabar dalam kondisi demikian pada akhirnya dia sekarang punya posisi di perusahaah tersebut
Terkakadang dalam kehidupan bekerja di perlukan kesabaran, sabar itu pahit bahakan lebih pahit dari Jus pare, namun akibat lebih manis dari madu bahkan lebih manis dari pada di madu hehehe, seperti yang dinikmati oleh teman saya Mr Gozali. Artinya kesabaran bisa menjamin seseorang sukses plus kerja keras tentunya.
Jangan iri melihat teman yang meraih kesuksesan di dalam berbisnis, atau dalam  karier saat ini. Setiap orang punya jalan sukses masing-masing. Si Gozali  mungkin jalan suksesnya setelah 5 tahun bekerja di perushaan teresebut. Sementara, si Irvan jalan suksesnya setelah 10 tahun membuka usaha. Jalan usaha yang ditempuh juga berbeda-beda, ngeles nih  karena saya ga sukses di dunia Asuransi...hahaha..
Untuk Inspirasi Jum’at Teman..

By Irvan Gading..

Rabu, 05 Agustus 2015

Management Stress




Lagi menunggu anak pulang sekolah, tiba-tiba hp saya berdering, langsung saya angkat, Mas Irvan apa kabar ?, aku Kana.
Langsung aku jawab : Baik Reskana Manalu, gimana ada yang bisa di bantu ?..

Mas ada trainer artis yang bisa ngisi materi management stress ga ?? Aku langsung aja mengarahkan teman ku untuk mengunjungi web www.jakartatraining.com
Di web ku ada kang Zae Hanan, motivator talk biasa ngisi seri motivasi di sindo tv..

Ternyata Stres pun ada managementnya,  
Saya sendiri kuliah di jurusan management, tapi bukan jurusan management stres, mungkin kalau ada jurusan management stres banyak juga yang mengambil jurusan ini yaa !
Karena kebutuhan stress meningkat, bisa jadi orang-orang yang stress membutuhkan penangan ekstra. Lihat saja pasca pilkada, pasca pemilu kemaren banyak kan para calon kandidat yang stress.
Atau kehidupan dirumah, kehidupan di kantor, kalau mau jujur kemana pun kita pergi kita tidak dapat lari dari stress, apalagi di zaman yang kian keras, individual dan penuh persaingan, Kata AM Fatwa ketika saya bertemu dengan beliau pada saat saya memandu acara Rumah Sahabat Delapan, beliau bilang “rumputpun berkompetisi untuk mencari air, begitu juga juga manusia nah tingkat persaingan yang ketat itu yang akan menimbukan stress kalau kita tidak bisa menghadapinya dengan baik”.
Setiap orang pasti punya masalah, kalau tidak punya masalah mungkin sudah di alam lain, dari pejabat Presiden, sampai dengan pejabat RT masalah pasti ada, tapi kadarnya akan berbeda, masalah yang di hadapi Presiden dengan pejabat RT, kalau presiden kadar stressnya 24 karat, kalau RT kadar stressnya 18 karatan.
Tingkat kadar tersebut dan bagaimana cara mengatasinya yang akan berakhir pada muara stress, andai Pa RT ketika mengatasi masalah dengan kepala bertanduk, mata menyalah, hati membara, dan masalahpun di bawa sampai rumah, apa yang terjadi, Stress kan..

Ente enak nulis, coba rasain kalau hutang banyak, deb collektor nyatronin rumah, istri minta di pulangin, kontrakan belum bayar, mertua numpang satu atap, bayaran sekolah anak nunggak, dan terancam PHK lagi.. Nah kalau yang ini masalahnya jawabnya adalah akan ada jalan keluar..tanya sama pa polisi jalan keluar mana yang harus saya tempuh.

Sress memberi kesempatan pada seseorang untuk belajar menghadapi  tekanan dan akhirnya stress di perlukan untuk pendewasaan diri..
Inti dari management stress adalah terciptanya keseimbangan antara hati dengan iman, rasa syukur apa yang telah kita dapatkan, dan nikmati apa yang telah di berikan oleh NYA..
Kalau kata Ustadz, Alloh pasti menciptakan kemudahan setelah kesulitan, jika datang rasa stress maka berdzikirlah untuk melapangkan hati, jika menghadapi kesulitan maka beristiqfarlah..
Jangan lupa minta ridho dari Ibumu..Jika Ibumu ridho Alloh pun ridho..

Management sress versi saya, kalau ga ngerti dengan tulisan saya, sms aja, nanti smsnya saya forward ke Kang Zae..hehehe..


By Irvan Gading

Senin, 03 Agustus 2015

Menjelang Senja




Hai teman adakah dari teman-teman yang usianya sudah menjelang senja..
Ga terasa usia pribadi saya di tahun ini sudah menjelang kepala empat,
artinya jika umur kita di samakan umur nabi Muhammad maka usia  saya tinggal dua puluh tiga tahun lagi.

Ketika saya muda et dah, sekarang juga masih muda lohh, buktinya tau mana daun muda dan mana daun tua..hehehe.
Yaa sewaktu saya punya semangat muda, MLM mana yang ga pernah saya ikutin, sejak jaman SMA saya sudah bergabung dengan MLM amway, setiap teman saya datang main kerumah, saya presentasiin dengan gambar bulet bulet seperti pohon, down line ke bawah, bahkan sepupuh saya Nirmala tidak lupa saya presentasi MLM tersebut. 
Dari amway, saya beralih, ke CNI, terus ke Hasukama, kemudia Tianshi, bahkan ada  MLM sembako di solo pun saya kejar sampai solo, gile bener..dan masih banyak MLM lain yang tidak saya sebutkan..
Kerja keras yang saya lakukan tidak di iringi dengan bakti saya terhadap orang tua, dan hasilnya nonsense..

Lupakan kerja keras teman jika tidak diiringi dengan bakti kita terhadap orang tua.
Apa lagi di usia menjelang senja kita belum merasakan sukses, lihat teman teman kita yang sudah mendahului kita, lihat saudara kita yang sudah berbaring di TPU, lihat tetangga kita yang sudah di panggil oleh Alloh Subhanawataalah.
Ayuuu di usia senja ini kembali rajut bakti kita terhadap orang tua, selama hayat di kandung badan.

Banyak contoh orang orang sukses karena bakti terhadap orang tua, ada Om Liem dia membantu ibunya berjualan makan dan minuman ketika masih kecil, ada Chairul Tanjung begitu bakti terhadap orang tua bagaimana dia menemani ibu untuk pergi haji di tengah kesibukan dia berbisnis pada usia 33 th, ada Ustadz Alhabsy begitu nurutnya kepada orang tuanya, ada ustadz Yusuf Mansur bagaimana bercerita dasyat do’a orang tuanya. 
Lihatlah mereka dari sejak kecil sudah berbakti  kepada orang tua dan hasilnya kesuksesan yang Ia raih di usia muda.
Masih banyak cerita  orang – orang sukses karena baktinya terhadap orang tua.

Menjelang senja apa yang telah kita persembahakan untuk ibu kita, untuk  agama kita, untuk orang-orang di sekitar kita..bahkan untuk tingkat RT pun ini pun kita tak mampu untuk berbakti.


Renungan untuk pribadi saya..

By Irvan Gading

Minggu, 02 Agustus 2015

Ekonomi tidak bersahabat ..



Tulisan ini hanya analisa saya sebagai orang awam, jangan di ambil Hati apa lagi di ambil jantung bisa jantungan nanti.

Sehabis lebaran kemaren kran air di rumah saya tiba-tiba macet, saya coba memperbaiki, dasar bukan ahli, yang terjadi kran tambah rusak, akhirnya saya putuskan untuk membeli kran air di toko material langganan saya, sesampai di toko material kebiasaan saya selalu ngobrol tentang bisnis toko material milik si engkoh, si Engkoh bilang "parah selama bulan puasa ini saya hanya dapat omset tiga ribu alias tiga juta, jika di bandingkan tahun lalu saya bisa dapat omset dua puluh juta lebih, kalah saya dengan tukang bakso di depan yang tembus perhari lebih dari lima ratus ribu".. ujarnya kepada saya. 
Lain Engkoh, lain lagi dengan Ema Wida pengrajin tape di belakang rumah, si ema bilang "lebaran ini duit langka yaa" kenapa langka ma, tanya saya ? Apa yang membuat indikator duit langka ma ? (Tau ga arti indikator kaya yang tanya faham aja arti indikator, apalagi si ema !!)..
Yaa si ema bilang, taqbiran kemaren ema ga liat orang-orang keliling naik mobil, sepih dari taqbiran keliling tuh, sama penjulan tape ema aga lesu nih selama bulan puasa..
Saya pun tidak melanjutan pertanya ke ema tersebut, karena sudah mau ke tetangga sebelah yang belum saya kunjungi..

Kedua perbincangan tersebut menandakan ekonomi kita tidak bersahabat di tahun ini, (analisa orang awam  yaa)
Ya memang sih rakyat menengah kebawah yang merasakan bagaimana dampak dari kebijakan pemerintah, bagi mereka hidup adalah perjuangan, hidup adalah upaya untuk menyambung nyawa, beda dengan PNS dan para pejabat, karena 40% APBN untuk belanja pegawai, artinya biaya hidupnya sudah di tanggung sama negara (untung teman-teman saya PNS, ipar saya pejabat jadi saya bisa nepotisme nih)..   

Saran saya ketika hidup dengan ekonomi yang tidak bersahabat, stop belanja kebutuhan mewah, stop makan makan mewah di restoran, buang aja rezekinya ke masyarakat miskin, kan selama lebaran sudah makan enak ! Sekarang saatnya makan dengan menu sederhana, kalau mau masih makan enak, tunggu dapat undangan dari teman yang nikahin anaknya di gedung, ajak anak serta istri ke pesta pernikahan tersebut..

Tetap Bersabar teman
Dan jangan lupa tetap Berikhtiar..

By Irvan Gading


Sabtu, 01 Agustus 2015

Sedikit berjanji banyak memberi





Kutipan kalimat "sedikit berjanji banyak memberi" saya simak dari sambutan pembukaan pengajian oleh bupati Gorontalo bapak H. David Bobihoe..Kemaren tgl 30 juli di kec Lamboto Kab Gorontalo..
Kebetulan tanggal tersebut saya di undang menemani Ustadz Cepot untuk berceramah pada pembukaan pengajian masyarakat kab Gorontalo, yang di hadiri oleh Bapak Bupati.
(Bahasanya kerenkan padahal yang di undang ustadz cepot hehehe)

Dalam kehidupan sehari-hari terkadang kita termakan dengan janji janji orang lain, janji pacar yang ingin menikahi, janji orang yang ingin membayar hutang,  janji suami dengan istrinya, janji ayah dengan anaknya,  janji para pemimpin dengan rakyatnya, atau kita sendiri yg selalu inkar akan janji, kalau istilah anak alay sekarang di PHPin..wak waow
 
Janji adalah hutang, pasti sebagian dari kita pernah mendengar istilah Janji adalah Hutang, banyak janji banyak hutang, untung tidak ada deb collektor penagih janji, repot kalau ada deb collektor penagih janji, usul aja kayanya perlu deh pemerintah membuat satgas penagih janji, satgas ini bertugas menagih janji para pemimpin dari pemimpin daerah, para anggota DPR, DPRD yang sudah duduk di kursi, sampai pemimpin negara, nah satgas tersebut harus berwajah sangar, berperawakan tinggi, hitam dan siap menagih janji 1 x 24 jam, satgasnya pakai baju loreng, di lengkapi senjata pentungan kalau bisa senjata yang di gunkan densus ketika menyerang teroris, dan yang melatih Satgas ini adalah densus delapan 8. Mantaf kan kalau ada satgas penagih janji....

Saya yakin jika ada satgas penagih janji, pasti akan sedikit para pemberi janji, dan akan banyak pejabat yang memberi, sanksi yang tidak menepati janji di copot dari jabatan atau di mutasi ke nusakambangan karena dia telah ingkar dengan janjinya..upsss

Agustus hingga November tahun ini, akan muncul orang penebar janji, siapakan orang tersebut, orang yang berlomba lomba menjadi orang nomor satu di daerah nya, yaa moment pilkada di jadikan moment untuk menebar pesona, moment menebar janji, semoga janji - janji yang di tembar tidak lupa ketika terpilih menjadi seorang pemimpin, ada pertanyaan anekdot, apa beda pilkada dengan pil KB ??
Kalau pilKada ketika sudah JADI pasti lupa, Kalau pil KB kalau LUPA pasti JADI..(anekdot orang dewasa)…

Sedikit berjanji banyak memberi yang di terapkan Bapak David, Bupati  Kabupaten gorontalo selama  dua periode memimin, mampu membawa Kontribusi ekonomi kabupaten  gorontalo untuk tanpil secara prima..perekonomiannya tumbuh 369,7 %  terlaksana..
Makanya cari pemimpin yang sedikit berjanji banyak memberi.
Dan tinggalkal calon pemimpin yang menclonkan diri dengan Mahar..
Apalagi kalau mahar di atas 2 M…(bisa cari bini muda berapa banyak kalau mahar segitu yaaa ??)

Ingat ungkapan yang biasa kang Ebet Kadarusman sampaikan dalam closing acara Salam Canda di RCTI ..”Adalah baik menjadi orang penting, tapi jauh lebih menting menjadi orang baik”..

Untuk Indonesia lebih baik..

By Irvan Gading..

summer collection