Kamis, 25 Agustus 2016

Dari mana asal hutang mu ?



gambar dari kabrmekkah
Judulnya kebalikan dari mana asal rezekimu ? kata ustadz di akherat nanti akan di pertanyakan dari mana asal rezekimu, dan di gunakan untuk apa rezekimu ? dan saya meyakini, bahwa rezeki kita akan di pertanggung jawabkan nantinya,  kembali ke judul diatas “dari mana asal hutangmu”, ketika saya belum menikah, hutang saya lebih dari dua puluh juta rupiah,  termasuk hutang kartu kredit, tetapi saya punya piutang saat itu lebih dari empat puluh lima juta rupiah, kalau piutang saya bisa di tagih, insyaaaloh bisa impas hutang saya, mungkin gara-gara hutang tersebut akhirnya saya telat menikah, upss yang telat menikah bisa jadi karena hutang belum kebayar kali ya ?, maaf bukan nyindir.

Sampai sekarang piutang tersebut ngga tahu rimbanya, karena yang minjam kesaya, yang satu di telan bumi, alias sudah meninggal, dan yang satu lagi hilang entah kemana,kabar terakhir kerja di TMII,  kenapa saya punya hutang sebanyak itu, padahal masih bujang, punya penghasilan, tetapi hutangnya ko berjibun,  apa yang menyebabkan saya punya hutang  sebanyak itu, jawabnya, karena nafsu, yaa saya nafsu pengen kaya, tetapi tidak sesuai dengan kemampuan, berbagai jenis MLM saya ikuti, buka kafe tenda saya jalani, mau bisnis warnet saya lakoni, tetapi semua investasi saya, tidak berjalan dengan baik, dan saya masih saja nekad ikut MLM, yang parahnya MLM yang saya ikuti, adalah MLM on line dengan mengunakan kartu kredit, pembayaran member  menggunakan dollar saat itu,  setiap bulan kartu kredit saya di potong untuk menutupi poin bulanan, bagaimana jadinya jika saya tidak bisa merekrut down line, secara otomatis tidak ada pemasukan, hutang kartu kredit semakin membengkak, gaji bulanan tidak bisa menutupi hutang kartu kredit, hutang bujangan tersebut saya bawa hingga ke pernikahan, segala cara saya lakukan pinjam sana pinjam sini, mengajukan proposal bisnis ke pa haji dekat rumah, saat presentasi untuk membangun bisnis, prakteknya saya pakai untuk membayar hutang,  saya hanya tutup lobang, gali kuburan, tutup hutang sana, pinjam hutang sini, begitu hingga berlangsung tujuh tahun pernikahan saya.

Jadi menurut saya asal hutang itu, berasal dari nafsu membabi buta, nafsu pengen kaya tetapi tidak sesuai dengan kempuan, nafsu pengen punya motor, setelah punya motor, pengen punya mobil, setelah punya mobil, pengen punya pesawat, setelah punya pesawat pengen  nafsu syahwat ,  semua itu di lakukan walapun dengan berhutang, dan sebenarnya hutang itu bukan karena kita tidak punya duit, tetapi karena karakter kita tidak mampu melawan hawa nafsu tersebut, semoga kita mampu mengendalikan hawa nafsu untuk tidak berhutang.

Selamat beraktifitas
Insyaalloh rezeki kalian satu milyar perbulan

Selasa, 23 Agustus 2016

Salah langkah dengan Kartu Kredit

gambar dari detik

Selasa kemaren saya berjumpa dengan sahabat lama saya, sahabat lama saya secara financial sudah cukup sukses menurut saya,  usaha makanan yang ia rintis terus berkembang dan maju,  terbukti istrinya sudah di perdayakan di usaha tersebut, alias di suruh berhenti kerja, dari perusahaan skala nasional,  salah satu konter usaha makanannya berada di belakang bandara, saya tahu untuk menyewa ruang usahanya cukup mahal, yang saya salut dengan sahabat saya, ia begitu peduli akan kesulitan yang terjadi pada saudaranya, bahkan ia rela menjual salah satu asset propertynya, untuk membantu kesulitan financial saudaranya.

Sebelumya saya pernah mendengar kisah sukses saudaranya, saudaranya pernah punya usaha tiketing, tour and travel,  karena saya tahu latar belakang saudaranya, dari tidak punya, menjadi punya, dan saat ini kembali menjadi tidak punya, sekarang ini saudaranya sedang terlilit hutang usaha, hingga milyaran, itulah ujian, ujian dalam bisnisnya berpengaruh terhadap kehidupan rumah tangganya, dalam kasus saudaranya,  saya melihat, saudaranya terlalu berani menambah modal kerja dengan pinjaman kartu kredit.

Memang ada juga orang yang sukses menjalankan usaha dengan kartu kredit, tetapi lebih banyak yang tidak suksesnya di banding dengan suksesnya,  sudah banyak teman-teman saya, yang harus lari dari kenyataan ketika kreditnya macet akibat  menggunakan kartu kredit untuk usaha, ada teman saya harus mengganti namanya ketika deb kolektor datang, ada yang harus pindah rumah, karena tidak tahan dengan terror para deb kolektor, bahkan ada juga yang harus ganti muka dan dan ganti KTP (untung ngga ganti kelamin hehehe).

Saya pernah melihat iklan di media masa yang isinya manfaatkan kartu kredit anda untuk membuka peluang usaha, jadikan kartu kredit anda mesin pencek uang, gilee nih iklan, jangan-jangan pemasang iklan kerjasama dengan pihak bank, yang saya rasakan, ketika usaha dengan kartu kredit, usaha saya sulit berkembang, kalau melihat yang bening-bening perasaan mau traktir aja dengan kartu kredit, mungkin ini juga efek dari kartu kredit  yang berbau riba,  ketika banyak memakan riba, akan berpengaruh dengan ahlak, ahlak berpengaruh dengan prilaku, prilaku berpengaruh dengan pergaulan,  dan akhirnya bergaul di rumah janda muda, masa sih orang deketin janda muda, gara-gara kartu kredit ?  ini saya umpamakan dengan ahlak dari pemakan riba yaa, hanya contoh kasus, tidak bisa di generalisasi dengan janda hahaha, masalahnya yang deketin janda sudah punya istri, dan tidak ada izin dari istri tuanya, mulai ngawur..

Semoga kita di jauhkan dari hutang, apalagi hutang kartu kredit.
Insyaalloh rezeki kalian satu milyar perbulan

Minggu, 21 Agustus 2016

Meradangnya warga NU ?

foto dari fb teman saya

Disekitar kita pasti banyak warga NU,  keluarga kita ada yang warga NU, kemudian tetangga kita, teman kita, guru di sekolah, guru ngaji kita, para kyai,  pak Rt, Pak Rw, para pejabat dan masih banyak lagi, september besok warga NU akan meradang, ini perkiraan saya saja, bisa betul bisa juga tidak, namanya juga perkiraan dan semoga saja benar, ko saya berharap benar, yaa karena di samping warga NU ada yang menderita, siapa saja yang menderita ? padahal sudah jelas di label peringatannya.

Bapak saya termasuk warga NU, dan saya pernah menasehatinya untuk berhenti dari NU tersebut, namun aga sulit memang,  kalau sudah cinta, cinta tanda tanya dalam kurung candu,  nah mulai meradangkan, tapi NU yang saya maksud disini, bukan organisasi besar itu yaa ! NU yang saya maksud adalah Nafsu ul Udud alias nafsu para perokok, alias pecandu rokok, pernah tetangga saya, lebih baik ngga makan dari pada ngga merokok, ada juga yang bilang dengan merokok sumber inspirasi bagi saya.

Saya bukan perokok aktif, setiap kali ditawarin sama teman, saya selalu bilang, saya sudah bukan perokok aktif lagi, sekarang saya perokok pasif, teman yang menawarkan cuma senyum-senyum, bulan September ini pemerintah akan menaikan cukai rokok yang berimbas  ke harga rokok, ada beberapa analisa saya, ketika harga rokok naik, ada yang pasrah seperti jawaban bapak saya ketika saya tanya rokok bakalan naik pah, jawaban bapak saya, nanti juga ada rezekinya buat beli rokok, begitu kalau sudah candu, analisa lain para perokok akan pelit mengumbar satu bungkus rokok di tempat tongkrongan, mereka akan bilang rokok mahal oyy, analisa lain satu batang rokok akan di hisap oleh sepuluh orang secara bergantian, analisa lainya akan ada demo besar-besaran para perokok di depan gedung istana, seperti demonya ketika BB naik,  akan ada penimbun rokok secara besar-besaran, sebelum harga rokok naik, dan akan muncul rokok illegal dengan harga di bawah pasaran, tetapi jangan sampai ada tindakan criminal, orang menodong hanya untuk membeli sebungkus rokok, ini maksud saya meradangnya para warga NU ketika harga rokok akan di naikan.

Maaf teman warga NU, ini hanya analisa saya aja, saya hanya tidak setuju, jika anda para perokok, merokok sambil naik motor kemudian, percikan api rokoknya anda bagi-bagi ke pengendara yang lain, dan ketidak setujuan saya yang lain anda menularkan candu rokok tersebut kepada anak SD, anak SMP yang masih labil untuk meniru. sekali lagi maaf judulnya aga kontroversi, dan bukan NU yang saya maksud bukan NU organisasi besar itu.

Selamat pagi teman
Semoga rezeki kalian satu milyar perbulan

Jumat, 19 Agustus 2016

Hidup untuk gaya hidup.



Di website saya ada profile beberapa artis yang saya publis untuk kebutuhan jasa mc saya, nama juga jual jasa mc artis, beberapa artis profile terpampang di web saya, sebenarnya saya gaa gaul dekat dengan para artis, hanya kebutuhan kerja, saya bisa dekat dengan artis, dan prilaku artis, beragam, ada yang baik banget, ada yang baiknya di depan, ada juga yang baiknya pas saya kasih order aja, dan berbagai macam prilaku lainya.

Satu minggu yang lalu saya di telepon oleh seorang wanita dari salah satu bank swasta, yang menanyakan nomor telepon artis sebut saja AA, si penelepon mau konfirmasi, bahwah kredit artis AA di setujui, dan dia butuh nomor telepon artis tersebut, saya hanya bilang, tidak mungkin artis AA mencantumkan nomor telepon saya, sebagai jaminan, saya management, tidak ada urusan dengan pinjam meminjam artis AA, akhir saya tutup pembicaraan tersebut dengan kata maaf, di sore harinya saya di telepon kembali, dan si penelpon mohon dengan sangat, meminta nomor telepon artis tersebut, kebetulan yang menepon seorang laki-laki, saya jelaskan kembali saya management tidak ada urusan dengan akad kredit artis tersebut, dan akhir si penelpon dengan jujur bilang,bahwa saya dari pihak ketiga, saya butuh nomor telepon tersebut, karena artis tersebut punya hutang ke bank kami, dan ternyata sudah dua kejadian penelpon dari pihak bank yang menelpon saya, dengan artis yang berbeda, dan bank yang berbeda, kasusnya sama punya hutang tetapi pada ga mau bayar .. neng artis ! cantiknya dirimu, tapi ko ga mau bayar hutang sih..

Saya yakin kebutuhan berhutang tersebut, akibat tuntutan dari gaya hidup mereka, saya tahu perisis selera makan si artis AA, sebenarnya kalau sekedar hidup, pendapatanya cukup untuk membiayai hidup, tetapi tidak cukup untuk membiayai gaya hidup. Ngapain sih elo ngurusin gaya hidup orang, kenal dekat juga ga, ga ngurusin sih, tapi rada keki aja kalau ada artis atau teman yang up date status dengan barang brandid makan di tempat mewah, ehh hutang masih ada, hehehe, ada juga sih artis yang saya kenal, hidupnya sederhana dan mereka seperti masyarakat biasa, mereka tetap eksis loh.

Mau bergaya, mau banyak gaya, terserah gue dong, biar tekor asal kesohor, begitu mungkin prinsipnya.

Selamat berakhir pekan teman
Insyaalloh rezeki kalian satu milyar perbulan

Selasa, 16 Agustus 2016

Hampir saja pupus cinta saya terhadap negeri ini



Namanya cinta, semestinya dua arah, kalau satu arah namanya monolog, kalau dua arah baru namanyan dialog, seperti gayung tak bersambut, itu yang terjadi pada saya, ketika saya dulu mengejar gadis impian berdarah aceh.

Awal tahun 2000an saya sempat menjalin asrama dengan gadis keturunan aceh, namanya cinta apapun dilakukan, janjian di kampusnya, menelpon di malam minggu, janjian di pengajian untuk ngebahas sanlat, bahkan pergolakan gerakan separatis GAM, sampai perjanjian helsinki, tidak luput juga saya ikuti, yang ada hubungan dengan aceh saya pelajari, dan saya tidak rela banget kalau sampai aceh lepas dari NKRI, apalagi si gadis aceh, tidak rela saya lepas, sampai sebegitunya saya, yaa karena atas nama cinta, (preeeeeeet preeett kata istri saya).

Namun, ketika sang gadis aceh tersebut meninggal, meninggalkan saya maksudnya, dia berpaling ke pemuda lain, dia lebih memilih anak pejabat negara, yang punya kedudukan, yang punya wajah mirip Sahrul Khan, di banding saya, yang anak seorang pejabat RW (bapak saya pernah menjadi seketaris RW), wajah saya tidak mirip artis, tapi saya berteman dengan artis sekarang, pupus sudah cinta saya terhadap gadis aceh tersebut, bahkan pupus juga cinta saya terhadap aceh, dalam benak saya, mau aceh lepas, mau tidak bukan urusan saya, artinya pupus juga cinta saya terhadap negeri ini.

Begitu kalau cinta tidak bersambut, terkadang pola pikir diluar logika, gile loh dro, masa cinta sama gadis di samain dengan cinta terhadap negeri ini, tetapi itu dulu, saat ini saya tetap cinta terhadap Negeri ini, saya cinta NKRI, karena saya sudah keliling hampir seluruh kota besar di Indonesia, hanya Irian yang belum.

Semoga rakyat Indonesia tetap mencintai negeri ini, walaupun pemerintah saat ini belum tentu mencintai sepenuh hati.

Dirgahayu Negeri ku
Dirgahayu Indonesiaku yang ke 71
NKRI harga mati ga pakai discont.
Semoga negeri ini di jauhkan dari pemimpin yang dzolim.
InsyaAlloh rakyat indonesia rezekinya satu milyar perbulan
Dan Merdeka..

summer collection