Sabtu, 06 Desember 2014

Hati Hati dengan HATI

Hati hati dengan Hati

Istilah judul diatas sebenarnya bersifat renungan dan himbaun ( Opening MC Di himbau kepada tamu undangan untuk menjaga hatinya…karena hati adalah barang berharga Anda, dangan nada  suara mikroponis, seru kali yaa kalau ada himbauan seperti ini…hahaha …), kenapa tiba-tiba saya menulis tentang Hati.

Ini kisahnya, tadi malam tepatnya sebelum magrib (06 Desember), saya baru sampai di rumah orang tua saya untuk menginap, cuaca dari tempat tinggal saya sudah aga mendung disertai hujan rintik-rintik, kamipun tetap meniatkan untuk pergi ke rumah orang tua saya, karena memang sudah janji dengan kedua anak saya. Dan akhirnya setelah berjalan satu jam lebih empat puluh lima menit tiga puluh detik kamipun sampai, sepertinya hujan yang cukup deras baru saja selesai di rumah orang tua saya, saya masuk gang kearah rumah saya, saya sapa engkong tua, dengan sapaan kas saya, Kong misi kong, atau Assalamulaikum kong.. (sapaan bahasa engkong yang berarti kakek), si engkong pun menjawab yaaaa tampa senyum, ya memang sudah ciri khas dari engkong ini, mahal senyum istilah saya aja kebalikan dari Murah senyum (di jual-di jual berapa sih harga senyum si engkong tersebut, maaf kong)  sampailah kami di rumah orang tua saya, kedua anak saya masuk dan ibu sayapun kaget !!  memang kami tidak memberi kabar akan datang, ibu saya memeluk kedua anak saya, “Kangen Nenek”, sapanya.

Setelah beberpa lama saya beristirahat, tiba-tiba  di luar terdengar ada kegaduhan kecil, ternyata si enghong tadi teriak-teriak, mana BP (inisial panggilan ke kakak ipar saya), semenjak dia bangun  rumah, rumah gue jadi bocor, kalau masih bocor lagi, gue rubuhin nih rumah (dengan Nada Tinggi, saya pernah menulis nada tinggi, cek apa itu nada tinggi)…
Ibu saya langsung keluar dan menemui si engkong tadi, Iyaa Kong, coba besok di liat dan tanya ke tukang yang lagi kerja, berusaha menenangkan, saya di dalam rumah beserta bapak saya hanya bisa mendo’akan Yaa Alloh kalau saya ada rezeki saya pindahkan rumah orang tua saya ke mediterania nih.. Bapak saya hanya menjawab dari dalam dengan penuh emosi dan kata-kata yang lebih pedas lagi.. (maaf kata-kata bapak saya tidak saya tulis)..

Andai kata saya tipe kompor si api biru mungkin saya akan mengompori bapak saya tersebut,untungnya saya tipe kompor sumbu yang di tiup langsung mati maksudnya untuk masalah tersebut, saya tidak emosi, dan emosi saya tidak meledak-ledak,  andaikata emosi saya meledak-ledak dan di sambut oleh bapak saya,saya yakin akan terjadi Perang Armagedon, karena saya tau persis bapak saya, saya hanya menenangkan bapak saya sabar jangan kemarahan dibalas dengan kemarahan..

Sedikit renungan buat saya adalah sumber kemarahan itu berawal dari  hati yang iri hati, hati yang dengki dan segala macam bentuk kedengkian yang lainya apakah si engkong tadi iri dan dengki (hanya Alloh yang tau), Kata Utadz “ Sesungguhnya di dalam diri manusia ada segumpal darah (hati), apabila hati itu baik maka baik pula seluruh diri dan amal perbuatan manusia..

Hidup adalah mesteri, lahir tumbuh besar, tua dan mati, lalu kalau hidup itu penuh mestreri kenapa harus menyakiti..??? (pesan ini di sampaikan oleh…)

Selamat berlibur teman
saya masih kerja nunggu siswa ko belum pada dateng yaa..
07 Desember 2014



Jumat, 05 Desember 2014

Ucapanmu adalah Musibahmu

Ucapanmu adalah musibahmu..

Seringkali kita berucap tanpa dipikir atau sekedar candaan, jika candaan tersebut berulang-ulang bisa jadi menjadi do'a, ini yang terjadi dengan sahabat saya, sebut saja namanya si Jack (ko jack terus sihh, mau ganti Joko gaa enak sama teman saya yang namanya joko)..

Ketika saya menjadi unit manager di salah satu perusahaan asuransi, biasanya tugas unit manager menemani para agennya untuk presentasi, dalam dunia asuransi, biasanya orang-orang terdekat dulu yang akan di presentasikan, entah itu teman sma, teman kuliah, atau teman kerja lamanya..nah candaan yang di lakukan teman saya, ketika bertemu teman lamanya ketika di tanya apa kabar jack, anak sudah berapa ?, si jack ini selalu menjawab, baik alhamdulillah, anak sudah dua dari istri pertama, hari berikutnya ketika saya menemani jack untuk presentasi di tempat dan teman lainnya, pertanyaan juga sama, dengan jawaban yang serupa, jawabnya pasti, baik alhamdulillah, anak sudah dua dari istri pertama. Sempet juga saya ikut candaan tersebut, yaa hanya sekali dua kali, sy tidak lanjutkan takut isteri saya dengar hehehe.

8 tahun telah berlalu, tiba-tiba saya ketemu dengan jack dalam sebuah masjid, saya langsung bertanya tentang kabar, dan bagaimana keadaan keluarganya di serpong (karena saya pernah main kerumah si jack ini dulu ketika masih menjadi agen saya, yaa saya ingat dia tinggal di daerah serpong).. Alhamdulillah baik, tapi gue sudah ga tinggal di serpong, gue sama anak pertama tinggal sama orang tua, di ciledug, bini gue tinggal sama suami barunya bersama anak kedua gue..begitu ujar teman saya, saya lanjutkan pertanyaan elo cerai sama bini elo, dia jawab dengan lesu "iyaa istri gue selingkuh" tp gue yang salah, begitu ujarnya..

Apa ini sebuah kebetulan, saya rasa tidak !!, saya punya cerita lain dengan kasus yang mirip-mirip sama dan itu benar terjadi...(Mau tau cerita berikutnya nantikan cerita saya di waktu dan gelombang yang sama)..

Kembali ke judul diatas bahwa ucapan adalah do'a, bahkan setiap perkataan adalah do’a, bisa jadi cerita sahabat saya di atas termasuk dalam kategori ini, mohon maaf bila ada kesalahan yang salah datangnya dari saya dan yang benar datangnya dari Alloh SWT..(kaya closing mc pengajian saya).. sudah dulu yaa semoga ada hikmah yang bisa di ambil ..

Selamat berhari libur teman..



Rabu, 03 Desember 2014

Jatuh Bangun...

Jatuh bangun aku mengejarmu …Namun dirimu tak mau mengerti ... Ku bawakan segenggam cinta Namun kau meminta dariku membawakan bulan kepangkuanmu……
Semangat dari Lirik lagu  Bang Megy Z sebenarnya harus dimiliki oleh teman-teman pembisnis juga lohh… kalau masalah cintah aja harus jatuh bangun (lirik teman SMA yang jatuh bangunnya dalam urusan cinta sampai 8 tahun, ada juga sampai ke jenjang pernikahan…)… kenapa untuk masalah bisnis ga berani jatuh bangung.
  
Jatuh bangun dalam usaha adalah resiko untuk menjadi wirausahawan yang tangguh, saya sangat rajin melihat perkembangan dari teman-teman saya yang memulai bisnis dari Nol (yaaa binis dari modal enol alias modal dengkul)…
Sebenarnya saya belum layak bercerita bisnis saya yang jatuh bangun ini, kalau parameter bisnis dengan omset ratusan juta, saya masih jauh, tapi ga ada salahnya saya berbagi cerita, (itung-itung buat cerita anak saya kelak)..setelah saya kandas di usaha distributor pulsa, saya kemudian dengan modal pada saat itu sebesar 5 juta..mendatangkan teman saya yang sukses menjalankan bisnis ayamnya, ujung-ujungnya saya harus membeli kemitraan yang saat itu seharga 14 juta,  karena saya tidak ada modal sebesar itu pada saat itu, saya akhirnya mengurungkan niat membeli kemitraan bisnis ayam fred chiken, saya brosing di internet, sampai akhir saya ikut kursus fredchiken dengan paket Kursus pada saat itu 350rb, Setelah saya tryel and error, akhirnya saya beranikan diri membuka gerai fred chiken saya yang pertama.

Gerai pertama saya di daerah kali malang, 3 bulan saya jalani, tidak ada omset yang mengembirakan, dibutuhkan kesabaran ekstra dalam memulai,  kembali saya mencari tempat akhirnya dan ketemulah tempat di pondok gede,  berdasarkan observasi sendiri  saya putuskan untuk pindah ke pondok gede di depan alfa mart, ada cerita mengenaskan yang saya alami ketika pindah ke kegerai alfa mart, saat itu  saya menyewa pick up untuk membawa gerobak saya dari kali malang menuju pondok gede, sesampainya di depan alfa mart, sopir pick up  yang membawa gerobak saya, di datengin laki-laki mabuk dengan meminta jatah, kebetulan sopir saya punya nyali besar, di bentaknya si preman tadi, terjadi perang mulut antar sopir saya dan si preman, ketika kami sedang menurunkan gerobak dari mobil pick up kami tiba-tiba si preman tsb, mengancam dan mendorong supir saya, akhir gerobak kami… GUBRAK dan PRANK bunyi pecahan kaca gerobak terdengar keras, mengagetkan semua karyawan alfa mart yang bekerja saat itu, yaa gerobak kami terbalik jatuh dari pick up akibat ulah dari si preman tadi..Akhirnya 1 minggu saya tidak jadi dagang di lokasi tersebut karena harus memperbaiki gerobak saya,  karyawan saya langsung minta pulang, kebetulan karyawan saya berasal dari kampung dan bernyali chiken, dia  tidak berani berdagang di lokasi tersebut..
Sayapun tetap mencari karyawan baru dan akhirnya 1 minggu kemudian saya buka gerai tersebut. Bagaimana dengan urusan preman tadi.. lagi-lagi pendekan personal yang saya lakukan saya bawakan dia buah duku kerumah kontraknya yang sempit, kenapa buah duku, lagi musim pada saat itu, mungkin kalau lagi musim duren saya kasih duren tuh preman... sempat saudara  ipar saya mau menjebloskan dia ke dalam penjara, saya bilang ga usah pa de..biar saya selesaikan sendiri...

Kejadian yang mirip tersebut juga banyak di alami oleh teman-teman pedagang kaki lima yang di kejar-kejar kantib dan preman, kalau preman hanya minta jatah sekedar makan, nah kalau kantib, sudah minta jatah, gerobak juga di kandangain (istilah pedagang kaki lima), bahkan dalam satu bulan bisa 3 kali di kandangin gerobak saya, ujar abang pedagang gado-gado, cara penangan terhadap preman kadangkala membuat saya tertawa, seperti halnya yang di lakukan abang pedagang nasi goreng, hampir setiap malam ada preman yang minta jatah 2 piring nasi goreang, mungkin saking sewotnya si abang ini, dia buatin nasi goreng kemudian di parutin sendok makan dengan asahan pisau, bayangin serpihan besi sendok halus di campur ke nasi goreng, dua hari tuh preman mencret-mencret kata si abang tadi.. (bang preman isnyaf yaa ada banyak besi halus tuh di perut ente, premannya baca ga yaa..)

Jatuh bangun saat memulai sebuah usaha terkadang hinggap pada para pembinis baru. Namun, janganlah menjadikan hal itu sebagai batu penghalang, justru kejadian tersebut harus diambil hikmahnya untuk menjadi pelajaran dalam memulai bisnis baru.

Selamat berjuang di akhir tahun 2014
lirik mba eka ahh siapa tau bisa merapat jadi bos property..



Hidup Jenuh tak Berkwalitas..



Waduh judulnya berat juga nih, kaya yang nulis hidupnya berkualitas aja..yaa paling tidak KW1 atau KW2 jadi nyerempet-nyerempet kualitas asli (sekedar ngeles yeeeee)..
Adakah dari teman-teman yang merasa hidup gue gini-gini aja, atau merasa hidup ini hampa, atau merasa jenuh.
"hampa kini harapan kekasih ta kembali".. Sedikit syair yang melambangkan kehampan hati seseorang..
Kata benini-begini aja menjadi dalil sesesorang untuk mencari variasi dan inovasi hidup, ya memang manusia adalah mahluk kreatif, tapi kalau ujung-ujungnya kreatif yang kebablasan ini repot, (ko repot bisa aja kalau kreatifnya godaain bini orang, atau kreatifnya yang lain…. ahhh pasti kalian lebih tau.)
Problem masalah hidup begitu kompleks yang membuat hidup terasa hampa dan tidak berkualitas (ukuran kualitas seperti apa yaa ??..Kualitas seperti ustadz atau kualitas seperti pejabat, kalian yang mengukur sendiri), semisal masalah keluarga, masalah financial, atau masalah lainya yang menimpa diri seseorang, contah masalah keluarga yang menimpa sahabat saya, sebut saja namanya Jack, entah yang keberapa kali, si jack ini curhat ke saya tentang hubungan dengan pasangan hidupnya, problem financial yang akhirnya merembet ke hal-hal yang kecil, pertengkaraan sering kali terjadi, ketika sakitpun si jack tidak di perhatikan, bahkan yang tidak kalah menyakitkan kabar perselingkuhan yg dia dapatkan dari tetangganya, (gile tetangga melihat pasangan masukin selingkuhan ke kontrakannya).. hingga pernah dalam benaknya ia berpikir “gue akhiri saja hidup gue ini, beruntung si jack masih punya pikiran waras sampai saat ini, (semoga di beri kekuatan yaa Jack)..
Atau cerita lain bagaimana seorang teman saya, dia seorang wanita bekerja di salah satu stasiun televisi, sudah punya 3 anak dan suami, masih saja rela membayarkan kredit mobil pacarnya yang brondong setiap bulan, ( si brondong yang beruntung ahh ga juga brooo, kalau ingat dunia dia beruntung, tapi kalau ingat akherat….???). bentuk penyaluran kejenuhan dalam berumah tangga..
Dan terkadang solusi-solusi yang di ambil ketika hidup itu terasa hampa atau jenuh, tidak menjadi solusi, lari ke dugem, lari ke minuman keras (air raksa kalii), lari ke WIL atau PIL, atau lari ke website syahwat, (Ohh tidakkkk selamat tinggal website syahwat cc bapak menteri Kominfo).. Atau juga seperti yang saya lakukan seperti bermalas-malasan merasa capek, bosan, dan tidak tahu harus melakukan apalagi. Rasanya saat-saat seperti itu adalah saat hidup terasa hampa. Ya, benar-benar kita tidak tahu harus berbuat apa. (Bahaya ini ujung-ujung depresi atau RS Jiwa Na’udjubillah)..
Nah semoga saja solusi yang keluar ketika kita merasa hampa dalam hidup, solusi yang mengarah hal-hal positif, seperti berkumpul dengan orang-orang saleh, membaca qur’an dengan maknanya..(begitu pesan opick), atau pesan Buya Hamka, kalau sekedar hidup babi di hutan juga hidup, Kalau sekedar kerja, kera juga kerja. Untuk Hidup lebih Hidup..
Tulisan ini saya peruntukan untuk saya sendiri
Selamat pagi temans
..

Menutup malu

Biar terkesan puitis judulnya menutup malu, sebenarnya kalau mau di artikan lebih luas menutupi rasa malu, atau teman2 bisa baca membudayakan malu, malu ko di budayakan (jamur dong di budayakan biar dpt income tambahan hehehe)..
Malu adalah identitas bu­daya timur, Rasa malu itulah yang membedakan manusia dengan binatang. (binatang ga pakai baju, karena ga punya rasa malu..nah manusia ga pakai baju mau di bilang apa hayuu??) Namun terkadang rasa malu itu sirna ketika manusia tergoda oleh gemerlapnya kehidupan dunia. Bahkan terkadang, harus lenyap rasa malu jika sudah mabuk oleh gemerlapnya dunia..
Malu, menurut kamus besar bahasa Indonesia, berarti, merasa sangat tak senang (rendah, hina, dsb) karena berbuat sesuatu yang kurang baik, merasa berkekurangan dsb. Tapi bukan malu rendah dan hina yaa, dalam kontek judul diatas.
Saya ambil beberapa contoh, lantaran malu saya belum bisa membayar hutang dengan Pa Haji, saya ga berani mengerjakan sholat di masjid, ketika saya melewati rumah pa haji menuju masjid, terdengar bunyi kletek .. Sebuah tanda pintu pagar di buka, saya langsung ngumpet bukan main tak umpet tapi takut si Pa Haji keluar dan ketemu dengan saya, ini bentuk malu saya karena kesalahan dalam berhutang..(Jangan nekat bisinis dengan hutang broo, apalagi hutang kartu kredit).
Atau cerita teman saya, sebut saja namanya Jack, si jack ini pernah bercerita ke saya, ketika dia pulang dari kantor, perjalanan yang cukup jauh dan pekerjaan kantor yang bertumpuk membuat dia lelah hingga ketiduran di dalam angkot, "teriakan sopir menyebutkan sebuah gang, nama sebuah jalan yang membuat dia terbangun, "Gotong royong-gotong royong", teriak si sopir, loh itukan gang rumah saya, sayapun terbangun dari tidur saya, namun saya tidak berani mengangkat kepala saya, "kenapa saya tidak berani mengangkat kepala saya"!!, yaa saya ngiler pada saat tertidur tadi, baju saya basah dengan Ilir, yaa ampun tetesan ilir dari bibir saya tidak terasa membasahi bagian depan baju saya, ,(waduh saking pulesnya tuhh)..karena masih banyak penumpang dalam angkot tersebut, akhirnya saya putuskan untuk tidak turun di gang saya, saya pura-pura tidur kembali sambil mengelap mulut saya yang penuh dengan ilir (yaa Jackk, untung ga ada bidadari yg elo taksir di angkot tsb),, saya pun turun setelah angkot yang saya naiki sepi dari penumpangnya, begitu akhir cerita teman saya.
Sekelumit cerita diatas, memang tidak ada hub dengan budaya malu yang lebih ekstrim seperti kesera­kahan, kerakusan, korupsi, nepotisme, berkata kasar atau tidak sopan mengumpat di media, (medianya bisa saja media sosial, media televisi atau media ?(Tanda tanya bingung mau menulis media apalagi ya)...yaa semua jenis media dehh)...
Mari budayakan malu (bukan pemalu atau malu-maluin, taukan malu yang saya maksud) Ya karena malu itu adalah bagian dari Iman
Selamat pagi Teman selamat berjuang

Senin, 01 Desember 2014

Mental Tempe..

Mental Tempe ga pakai bacem …
Pernah denger kata mental tempe ? pasti pernah, dalam kutipan pidato presiden pertama “kita bangsa yang besar, kita bukan bangsa tempe, kita tidak akan mengemis dan kita tidak akan meminta-minta, dan seterusnya…. “ , Kenapa mesti tempe yaa, kenapa ga tahu, kenapa ga singkong (yaa suka-suka saya aja menanyakan kenapa ?, jangan di jadikan polemik oke bro…), karena judul tulisan saya mental dan tempe, saya cari benang merah tentang mental tempe tersebut, ketemulah istilah Bangsa Tempe, yang juga sebenarnya menganalogikan mental. Mungkin saja kata tempe itu berkonotasi dengan makanan murahan, lembek atau tidak keras dan mudah hancur, jadi kalau di sepadankan kata mental tempe, artinya mental yang mudah hancur (Haa baru belajar aja.. udah nulis yang kaya gini….), tapi tempe sekarang sudah bukan makanan murahan loh..
Lupakan masalah makanan takut laper ahhh, balik ke istilah mental tempe tersebut, Saya punya kenangan menarik tentang kebalikan dari mental tempe ini, yaitu mental baja (baja yang kokoh yaaa, bukan baja ringan buat atap rumah, Kokoh tak tertandingi Iklan ,red)..Dalam sebuah event gathering yang diadakan beberapa bulan yang lalu, biasanya saya menawarkan dua orang mc, jika event tersebut lebih dari 5 jam, penawaran dua orang mc sangat berasalan, karena waktu yang cukup lama di kawatirkan akan mati gaya mc saya tersebut, karena tidak ada penambahan fee untuk kedua mc saya, akhir di putuskan hanya satu orang mc dari saya seorang artis, dan satu lagi dari karyawan. Dua jam sebelum acara kami sudah datang ke lokasi acara, dan kamipun langsung ke belakang panggung untuk briefing tentang run down acara, di sana sudah menunggu mc pendamping, karena sudah di perknalakan pada saat meeting di kantor client, saya langsung sapa, sebut saja namanya Joko, Joko berdiri berjalan menyapa saya, dengan berjalan tidak seperti orang normal, saya langsung lihat kondisi kakinya ohhh ternyataaa….., mc saya juga langsung menyapa si joko, apa kabar Jok,?? ehh kaki elo kenapa ko jalan elo pincang sihh, keseleo apa pengkor ? (maaf sarkasme), si Joko menjawab ga, engga apa-apa ko… kamipun melanjutkan briefing kami, si Jokopun akhirnya menjelaskan Bay the way, kaki gue begini sejak lahir, mc saya pun sempat terhentak kaget, mc saya bilang… maaf candaannya tadi… si Joko bilang santai aja kali…
Dalam perjalanan pulang saya sempet bahas cacat fisik si joko tadi, saya bilang hebat yaa mba, si Joko tadi, dia punya mental baja, dengan keterbatasan fisik, ketika dia mc berduaan, dia energik, dia tersenyum lepas, audien pun terhibur dengan acara yang di bawain berdua, satu kata buat JOKO “ SALUT”. Joko menggunakan kekurangan fisiknya untuk menempa mentalnya, keiklasan menerima dan bersyukur mungkin dia sudah mencoba melewati fase yang lebih berat lagi dari kejadian diatas, Yaa Joko sudah mengalahkan orang-orang normal dengan keterbatasan fisiknya..
Ada banyak cara menumbukan mental baja, mental tahan banting, Anda lebih tau caranya, karena Anda adalah motivator, karena anda lah yang akan mengubah hidup anda sendiri. Hidup mulia atau………………. (isi sendiri man)..
Selamat Berjuang Temans
02 Desember 2014..

Minggu, 30 November 2014

Jangan Represif..

Jangan Represif..

Lagi gaya-gayaan nih.. pakai judul bahasa tinggi…(ahh biar dibilang Intelektual tuhh.…) represif  dalam kamus besar bahasa Indonesia berarti , menekan, mengekang, menahan atau menindas.

Siapa yang tak ingat peristiwa Trisakti '98  atau yang turut menjadi saksi mata dari insiden penembakan mahasiswa Trisakti, (bagian dari contoh tindakan represif). Insiden ini yang kemudian memicu kerusuhan sistematis di Jakarta tahun 1998.
Saya sendiri pada bulan itu (mei 98) masih kuliah di STIE Triguna, sayapun ikut serta dalam demontrasi, karena kampus saya berada di wilayah Jakarta selatan, saya bisa memilih tempat-tempat demonstrasi ketika itu (kaya mau makan aja pakai ada pilihan segala…), lokasi demo pada saat itu, ada di gedung DPR, ada juga di semanggi (walaupun jarak tidak berjauhan), saya dan beberapa teman2 kuliah menuju lokasi DPR membawa bendera almamater, sesampainya di sana  sudah ratusan masasiswa berkumpul..
Pada saat demo tersebut marinir menjadi sahabat masasiswa, kenapa bisa demikian??, karena marinir menggunakan sikap preventif, saya dengar dari beberapa teman saya yang berdemo di semanggi, mereka mendapatkan nasi bungkus, dan makan bersama dengan para bapak-bapak marinir.  Ini adalah bentuk bagaimana cara mengambil hati manuasi, ada istilah, manusia dapat di kendalikan dengan hatinya, sedangkan binatang (kambiing) dapat di kendalikan dengan talinya.

Saya termasuk orang yang tidak suka dengan komplik apalagi sampai berakhir dengan baku hantam, baku pukul, atau malah  saya baca dalam  unjuk rasa kenaikan BBM di bulan Nopember ini, sampai ada mahasiswa yang meninggal karena baku hantam tersebut (turut berduka teman…) Unjukrasa menentang kebijakan Pemerintah dalam menaikkan harga bbm tetap harus dihormati sebagi hak setiap warga negara.

Ini cerita saya ketika saya punya masalah yang hampir saja terjadi tindakan represif, ketika saya bekerja sebagai marketing, ada client saya yang minta di kembalikan uangnya karena kami tidak bisa memenuhi permintaan client sebelumnya..yaa memang kesalahan kami, sehiingga harus mengembalikan uang client, namanya perusahaan ketika uang sudah masuk, susah untuk keluarnya.(butuh waktu dan prosedur), waktu  2-3 bulan yang  membuat client  saya mungkin naik pitam, pokoknya client ga mau tau, dia bilang kamu harus bertanggung jawab, dan sayapun mendapatkan  ancaman, akan di masuk kekoran (surat pembaca), bahkan 3 hari sekali dia telepon ke saya, dan  ancanan  yang membuat jantung saya hampir copot, bunyi ancamanya, Mas Irvan Saya orang timur (sambil menyebut daerah tertentu, daerah JK, tebak mana ??), saya membunuh masih dianggap pahlawan oleh keluarga saya, karena membela kerhormatan keluarga, begitu bunyi ancaman yang saya terima..(gimana ga jiper tuh hatiiii.)
Sayapun ngadu dengan manager saya, mohon untuk untuk ketemu langsung dengan si client, manager saya tidak berani untuk menemu client saya, akhirnya saya beranikan diri untuk menemui client saya, sy minta alamt client saya, saya juga siap2 dengan jurus silat yg saya pelajari sewaktu SMA, jurus silat ini akan saya gunakan jika terjadi baku hantam, jurus silat tersebut adalah jurus langlah seribu (alias Lariiiii coyyy), jurus terakhir adalah saya berdo'a plus membawak 5 kilo buah-buahan..sesampai dirumaah clien saya, saya ketok pagar rumahnya, ternyata sedang ada tamu dari Perusahan air minum  sedang menagih si client ini karena menunggak pembayran PAM beberpa bulan, sambil mengusir petugas PAM dengan kepalan tangan..
Jantung saya berdebar dengan irama yang tidak karuan.. Saya ucapkan salam ke bapak tersebut, saya sodorkan buah, dan sayapun di persilakan masuk.. saya mohoan maaf atas kejadian ini, saya yakin kan dia bahwah perusahaan saya akan mengembalikan uang bapak di minggu ini..mohon bersabar paa..
Akhir si bapak tersebut bisa menerima saran saya, ujung-ujung si client curhat ke saya permasalahan ekonomi dan keluarganya..

Saya hanya meyakinkan diri saya saja bahwa manusia sebenarnya bisa di kendalikan jika manusia tersebut emosinya dalam keadaan baik tidak dalam keadaan marah, dan tentunya perut dalam keadaanya kenyang, karena jika demontrasi kemarahan di lawan dengan kemarahan yang akan terjadi adalah tragedi tragedi berdarah sesama anak bangsa…(pikirrrr)

Selamat datang bulan Desember..
Maaf Tulisan aga berat Temans
01 Des 2014

summer collection