Selasa, 16 Agustus 2016

Hampir saja pupus cinta saya terhadap negeri ini



Namanya cinta, semestinya dua arah, kalau satu arah namanya monolog, kalau dua arah baru namanyan dialog, seperti gayung tak bersambut, itu yang terjadi pada saya, ketika saya dulu mengejar gadis impian berdarah aceh.

Awal tahun 2000an saya sempat menjalin asrama dengan gadis keturunan aceh, namanya cinta apapun dilakukan, janjian di kampusnya, menelpon di malam minggu, janjian di pengajian untuk ngebahas sanlat, bahkan pergolakan gerakan separatis GAM, sampai perjanjian helsinki, tidak luput juga saya ikuti, yang ada hubungan dengan aceh saya pelajari, dan saya tidak rela banget kalau sampai aceh lepas dari NKRI, apalagi si gadis aceh, tidak rela saya lepas, sampai sebegitunya saya, yaa karena atas nama cinta, (preeeeeeet preeett kata istri saya).

Namun, ketika sang gadis aceh tersebut meninggal, meninggalkan saya maksudnya, dia berpaling ke pemuda lain, dia lebih memilih anak pejabat negara, yang punya kedudukan, yang punya wajah mirip Sahrul Khan, di banding saya, yang anak seorang pejabat RW (bapak saya pernah menjadi seketaris RW), wajah saya tidak mirip artis, tapi saya berteman dengan artis sekarang, pupus sudah cinta saya terhadap gadis aceh tersebut, bahkan pupus juga cinta saya terhadap aceh, dalam benak saya, mau aceh lepas, mau tidak bukan urusan saya, artinya pupus juga cinta saya terhadap negeri ini.

Begitu kalau cinta tidak bersambut, terkadang pola pikir diluar logika, gile loh dro, masa cinta sama gadis di samain dengan cinta terhadap negeri ini, tetapi itu dulu, saat ini saya tetap cinta terhadap Negeri ini, saya cinta NKRI, karena saya sudah keliling hampir seluruh kota besar di Indonesia, hanya Irian yang belum.

Semoga rakyat Indonesia tetap mencintai negeri ini, walaupun pemerintah saat ini belum tentu mencintai sepenuh hati.

Dirgahayu Negeri ku
Dirgahayu Indonesiaku yang ke 71
NKRI harga mati ga pakai discont.
Semoga negeri ini di jauhkan dari pemimpin yang dzolim.
InsyaAlloh rakyat indonesia rezekinya satu milyar perbulan
Dan Merdeka..

Senin, 15 Agustus 2016

Mental Oncom


Sewaktu saya masih aktive di salah satu perusahaan asuransi, setiap bulan kami selalu meeting, melaporkan penjualan tiap agen, kebetulan saya membawahi 5-10 agen, di tahap awal, saya sempat tiga besar dalam penjualan asuransi, namun di tahun-tahun berikutnya, penjualan saya ngedrop sampai ke dasar jurang, hingga akhirnya saya harus mengundurkan diri, karena penjualan saya tidak mencapai target, saya tidak bisa memanage para agen, sebenarnya, ada kekecewaan besar, kenapa saya tidak dapat mempertahankan penjualan saya, salah satunya, tidak di accnya program corporate yang saya tawarkan pada  hotel syariah di daerah cikini.

Ahh mungkin itu hanya alasan saya saja, sebenarnya saya termasuk kategori bermental oncom, jika di bandingkan teman-teman saya, yang masih bertahan hingga posisi kepala cabang di perusahaan tersebut, teman-teman saya memang punya mental sekuat baja, berotot sekuat kawat, dan bermuka setebal kulit badak, ketika client menolak untuk di prospek, mereka tetap pantang mundur. (Salam hebat untuk Sopian Syauri, Gozali dan Windah).
Jika di bandingkan dengan saya saat itu, baru di bilang "betawi, mana bisa sukses, paling cuma bisa petik kecapi dan rambutan" begitu ujar bos saya saat itu, yang ada di pikiran saya saat itu, saya jungkir balikin juga nih meja, sambil ngedumel dalam hati, ini lembaga keuangan syariah apa lembaga hukum sihh, untung ada teman saya yang mengingatkan Assobru, yang berarti sabar.

Meskipun mental saya oncom saat itu, saya wajib bersyukur, karena dari asuransilah saya mendapatkan jodoh, sebenarnya target saya saat itu seketarisnya bos, yaa tak ada perak emaspun jadi, ini namanya jodoh. Tapi sekarang, mental saya bukan mental oncom lagi, sudah naik menjadi mental tahu, Haa ? Sama aja dong sama-sama lembek, setidaknya saya berusaha seperti teman-teman yang punya mental baja, tidak ada salahnya bermental baja, asal jangan baja ringan, hehehe.

Saya menyadari setiap kesuksesan tidak datang dengan cara instan, keculai mie instan, sejogjanya, kesuksesan di capai dengan cara kerja keras yang tidak putus-putus, dan orang yang punya mental kuat seperti baja, selalu punya tenaga ekstra untuk dapat menjalaninya. Mental yang kuat, hampir pasti mengantarkan seseorang lebih cepat sukses, di bandingkan mental oncom.

Salam Oncom
InsyaAlloh rezeki kalian satu milyar perbulan.

Minggu, 14 Agustus 2016

Masa-masa sulit.


Hai teman, pernah tidak kalian mengalami masa-masa sulit, suka atau tidak suka, pasti ada masa-masa sulit dalam hidup kita, mungkin kehilangan pekerjaan, di tinggal mati suami, di tinggal cerai, gagal dalam berbisnis, gagal dalam rumah tangga, atau baru melamar sang pujaan saja, sudah gagal, kata calon mertua, “pekerjaan mu apa? orang tua mu dulu kuliah dimana? memangnya orangtuamu mewariskan berapa kontrakan ?”

Apapun masa sulitmu, sangatlah penting untuk tidak kehilangan harapan, walaupun cacian, cercaan, tetaplah bahwa kalian harus mampu melewatinya, sudah berapa kali masa sulit yang anda lalui, banyak cerita masa-masa sulit dari teman saya, ada Hamim juragan urug, ca Nur pemasok kebutuhan TK seluruh kabupaten lampung, ada juga bang wahyu juragan property, bang Jack  suami  dari sepupuh saya, bagaimana bang Jack sukses di dunia property, padahal sewaktu memulai usaha, pernah rumah sang mertua di jadikan jaminan, dan hebatnya sekarang property yang ia pasarkan laku keras, Dahsyat  mereka bisa melalui masa masa sulit, saya sendiri, walaupun belum banyak peran dalam dunia bisnis, tetapi ingin seperti mereka,  ingin  melukiskan ke indahan kisah sukses saya.

Terkadang kita hanya melihat masa jaya seseorang, namun tidak pernah melihat masa sulitnya mereka, jangan pernah berhenti berharap, tentu juga bersedekah walaupun masa sulit sedang melanda karena masa sulit adalah ujian untuk naik peringkat, jika kita berhenti  berharap dan bersedekah masa sulit itu akan tetap menghantui begitu kata ustadz.

Semoga kalian bisa melewati masa masa sulit,
InsyaAlloh rezeki kalian satu milyar perbulan.

 

Senin, 08 Agustus 2016

Seberapa besar rezekimu ?


“Seberapa besar rezekimu”, judul ini, sebenarnya untuk memotivasi diri saya sendiri, tetapi tidak ada salahnya, saya share kepada teman-teman yang sedang menjalakan bisnis, walapun saya belum sesukses yang lain, siapa tau tulisan saya bisa menginspirasi kalian dalam berbisnis.
Seberapa besar rezekimu, ada korelasinya dengan seberapa besar usahamu, atau seberapa besar ikhtiarmu. Ulasan ini saya ambil dari seminar trainer Jamil Azzaini, "bahwa jumlah usaha sama dengan hasil usaha"

Teman coba perhatikan orang-orang yang telah sukses secara financial, pasti usahanya lebih keras di banding dengan orang yang biasa, dari segi kecerdasan, BJ Habibie dia tidur hanya empat jam per hari, selebihnya yang 20 jam, pancainderanya di gunakan  menyerap lingkungan sekitar dan bertanya-tanya begitu kata Habibie,  Thomas Alfa Edison malah tidur 3 sampai 4 jam di malam hari, karena Edison menganggap tidur hanya buang buang waktu, dalam riwayat malah kanjeng Nabi tidur pukul 21:00 dan bangun pukul 02:00 pagi (kurang dari 5 jam tidurnya Nabi),   Saya jadi tidak percaya dengan psikologi kesehatan bahwa tidur yang efektif itu butuh waktu 8 jam perhari (hehehe).

Kembali lagi ke “seberapa besar rezekimu” beberapa waktu lalu saya mendapat sms, sms tersebut berupa penawaran aplikasi bagaimana cara menguplod listing di rumah web, hanya dengan hitungan menit puluhan listing langsung teruplod di rumah web, saya menolak tawaran tersebut, karena listingan saya hanya 15 unit, si penawar malah bercerita clientnya sudah banyak yang sukses karena jumlah listingan rumah mereka ada yang tembus 250 unit, dan setiap bulan bisa transaksi 1-2 unit rumah, jika di bandingkan dengan saya yang hanya punya 15 listing, wajar saja, besarnya rezeki yang saya terima, hanya sebesar yang saya nikmati sekarang, kadang dalam satu tahun hanya 1 listing yang laku, usaha saya tidak sekeras teman yang punya listingan 250 unit. Saya teringat dengan teman kuliah saya "boy" dia mampu menjual rumah dalam satu tahun 100 unit, saya yakin usaha Boy untuk mencari listing melebihi unit yang dia jual, usaha yang di kerjakan  Boy selaras dengan hasil  yang di kerjakan.

Jadi kalau rezekimu hari ini baru bisa bayar kontrakan, yaa karena usahamu baru sebesar kontrakan, Jika hasil usahamu sudah mampu membeli istana di Pondok Indah, berarti usahamu sudah sebesar rumah di Pondok Indah, atau di usia 20 tahun rezekimu sudah mampu membangun istana 3 lantai di Menteng,  itu karena kamu dapat warisan dari usaha material bapakmu (hehehe)..

Jadi ingat
Usaha orang sukses melebihi usaha orang biasa,
Jumlah usaha sama dengan hasil Usaha.
InsyaAlloh rezeki kalian satu milyar perbulan.  

Rabu, 03 Agustus 2016

Untuk Renungan

Masih ingat betul dengan kata-kata guru bahasa Indonesia, sewaktu saya masih di SMA, bahwa pernikahan itu bukan hanya milik dua pasang pengantin, tetapi milik dua keluarga besar yang bersatu, bisa jadi dua suku bangsa yang berbeda, menjadi satu. Satu suku pun akan sulit bersatu, jika kita tidak bisa merawat cinta, hari itu engkau akan berkomitmen merawat cintamu, berapa banyak dari orang yang saya temui kandas pernikahnya, cinta itu perlu kesabaran wahai adikku.

Suatu hari ada sms masuk, ke hp saya, pengirim sms mengira, no hp saya adalah nomor ustadzah mamah dedeh, sms tersebut  “curhat dong mah” isinya keluh kesah permasalahan suami yang tidak pulang kerumah, saya jawab saya bukan mamah dedeh, saya management ustadz dan artis, bisa saya bantu ? Sms pun di jawab, boleh saya telepon ? Silahkan tapi saya bukan ustadz. Setelah panjang lebar menelpon, Saya hanya menyarankan, agar suami ibu menulis semua keburukan dan kebaikan yang ada pada dirinya, begitu juga sebaliknya, ibu menulis kebaikan serta keburukan sang suami, dari uang gaji yang tidak jujur di berikan, memberi jatah orang tua tampa kompromi, suami pindah kerja tanpa sepengetahuan, pihak keluarga suami yang selalu ikut campur, mengubar umbar kebaikan di depan keluarga lainya, sampai bercanda dengan nada kasar, perlakuan yang tidak menyenangkan, di hina di belakang, dan sebagainya.

Saya menyarankan kebaikan dan keburukan di tulis dan di tanda tangani di atas materai, setelah masing masing ditulis, kemudian tukar, yang ibu tulis di serahkan ke suami, dan suami juga menyerahkan ke ibu, lebih banyak mana kebaikan atau keburukan, jika masing - masing keburukan lebih banyak silahkan ibu ke Pengadilan untuk minta certai, atau minta di pulangkan ke orang tua, tapi jika kebaikan lebih banyak silahkan rajut kembali hubungan rumah tangga ibu. seribu kebaikan tidak ada artinya jika ibu ungkit satu keburukan suami dan sebaliknya. Inti dari permasalahan ibu tersebut, si ibu  tidak berusaha untuk mencintai keluarga besar sang suami, begitu juga sang suami tidak bisa menjadi imam dalam keluarganya. Terkahir saya hanya menyaranakan, banyak berdo'a dan bersedekah, siapa tau dengan do’a dan sedekah bisa merubah keharmonisan rumah tangga ibu.

Renungan untuk adik ku yang akan menikah tanggal 03 September 2016
Renungan juga untuk diri saya. 
InsyaAlloh rezeki kalian 1 milyar perbulan.

summer collection